Pilih Rukyat atau Hisab?

Methode Hisab untuk menentukan hilal atau awal bulan (itsbat) tidak dibenarkan dalam islam. Hukumnya tidak boleh. Tetaplah RUKYAH yang digunakan untuk ITSBAT sejak era Nabi hingga hari kiamat.

 

Berikut saya sertakan fatwa ulama kontemporer terkemuka.

PENGGALAN KUTIPAN FATWA SYAIKH BINBAZ DAN SYAIKH UTSAIMIN.

Syeikh Bin Baz pernah ditanya tentang ilmu hisab yang digunakan untuk menentukan tanggal bulan bulan qomariyah, beliau menjawab:

الحساب لا يعول عليه في رؤية هلال رمضان ولا غيره من الأحكام الشرعية بإجماع أهل العلم

ARTINYA:
Sesuai kesepakatan atau ijma’ ahli ilmu, ilmu Hisab itu tidak bisa di andalkan untuk menentukan penampakan hilal Ramadhan atau bulan bulan yang lain dari segi hukum syari’at.

Lalu beliau juga ditanyai; Bagaimana dan apa yang dipraktikkan oleh Negara Saudi Arabia sendiri dalam menentukan awal bulan?
Dengan hisab, dengan alat modern atau dengan penglihatan MATA…?
Beliau menjawab:

وأما المملكة العربية السعودية فهي تعتمد الرؤية بالعين في جميع الأحكام الشرعية كدخول رمضان وخروجه ، وتعيين أيام الحج ، وغير ذلك من الأحكام الشرعية ، وفق الله الجميع للفقه في الدين ، والثبات عليه إنه جواد كريم والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته .

ARTINYA:
Adapun kerajaan Saudi Arabia tetap berpegang teguh dengan rukyah “PENGLIHATAN MATA” didalam semua hukum hukum syari’at seperti masuk dan habisnya bulan ramadhan, penentuan hari hari haji dan lain sebagainya yang menyangkut hukum hukum syari’at.
Semoga Allah senantiasa member taufiq-Nya atas segenap ahli pengetahuan dalam bidang agama dan dikuatkannya, karena sesungguhnya Allah adalah Dzat Maha Dermawan lagi Maha Mulia.
Wassalamua’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

_______________

Uraian lengkapnya ada disini:
http://www.binbaz.org.sa/mat/8405

Dan fatwa beliau mengenai diharuskannya rukyah, klik:
http://www.binbaz.org.sa/mat/8411

LANJUTAN

Fatwa pendukung dari tim fatwa resmi Kerajaan Saudi Arabia

فتوى اللجنة الدائمة للافتاء
الجزء رقم : 10، الصفحة رقم: 106

وإن المملكة العربية السعودية متمسكة بما كان عليه النبي صلى الله عليه وسلم والسلف الصالح من إثبات الصيام والإفطار والأعياد وأوقات الحج نحوها برؤية الهلال، والخير كل الخير في اتباع من سلف في الشئون الدينية والشر كل الشر في البدع التي أحدثت في الدين. حفظنا الله وإياك وجميع المسلمين من الفتن ما ظهر منها وما بطن.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=30790

Menurut Syaikh Utsaimin, jika hisab falakiyah disertai dengan rukyah maka itu tidak mengapa, namun jika:

أما مجرد الحساب فإنه لا يجوز العمل به ولا الاعتماد عليه

Murni dengan HISAB maka itu tidak boleh mengamalkannya dan juga tidak boleh menetapkan hilal dengannya

TERUSAN SAMBUNGAN

Syaikh Utsaimin menjelaskan:
Jika rukyah menggunakan alat modern semacam teleskop atau teropong bintang yang mampu mendekatkan objek bulan, maka itu tidak mengapa, akan tetapi tidak wajib karena dhohir hadits itu berpegang teguh dengan RUKYAH ALAMI (penglihatan dengan mata kepala tanpa alat).
Namun seandainya hilal terlihat dengan teleskop atau teropong tersebut dan yang melihat itu orang yang terpercaya, maka itu bisa dijadikan penetapan sebuah tanggal atau di amalkan, Karena orang orang dahulu juga menggunakan itu, mereka naik ke menara menara tinggi pada malam 30 Sya’ban atau malam 30 Ramadhan, mereka melihat hilal dengan media teropong ini.

Berikut teks lengkapnya:

وأما استعمال ما يسمى بـ (الدربيل) وهو المنظار المقرِّب في رؤية الهلال فلا بأس به، ولكن ليس بواجب؛ لأن الظاهر من السنة أن الاعتماد على الرؤية المعتادة لا على غيرها، ولكن لو استعمل فرآه من يوثق به فإنه يعمل بهذه الرؤية، وقد كان الناس قديماً يستعملون ذلك لمَّا كانوا يصعدون (المنائر) في ليلة الثلاثين من شعبان أو ليلة الثلاثين من رمضان فيتراءونه بواسطة هذا المنظار. على كل حال متى ثبتت رؤيته بأي وسيلة فإنه يجب العمل بمقتضى هذه الرؤية لعموم قوله صلى الله عليه وسلّم: «إذا رأيتموه فصوموا، وإذا رأيتموه فأفطروا

_______________________

Disini jelas bahwa penentuan awal dan akhir bulan dengan system HISAB saja tidak dibenarkan.

Yang baik adalah penggabungan antara hisab dan rukyah dan rukyah menggunakan alat bantu itu diperbolehkan.

Lalu yang menggunakan methode hisab untuk Itsbat, itu ikut pendapat siapa?

Sungguh hebat para sahabat dahulu yang senantiasa rukyah dengan mata kepala. Semoga Allah meridhoi mereka semua. Amin.

Semoga bermanfaat
Salam aswaja !!

Link Jeddah Astronomy Society
http://www.jasas.net/vb/showthread.php?t=3928&langid=1

█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz Baba Naheel

Ustadz Baba Naheel has written 39 articles

Adalah seorang ustadz yang masih muda, namun sangat produktif menulis terutama yang berkaitan dengan dunia wahabi yang memiliki 'rasa Aswaja', yakni, sesuatu yang dianggap bid'ah oleh para pengikut salafi/wahabi, namun tidak menurut panutan mereka.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>