Bidah Bidah Dalam Masjidil Haram II

Adzan 2x disaat Shalat Jum’at

Di Masjidil Haram sepengetahuan saya, adzan pertama nya itu di kumandangkan pada waktu MASUK nya waktu shalat jum’at, gampang nya jam 12
Kemudian adzan ke-2 nya itu di kumandangkan disaat sang khotib menaiki mimbar nya

Nah, jika yang di masjid masjid Makkah yang lain selain masjidil haram, itu adzan nya sama 2x, namun penempatan waktu nya yang berbeda, yaitu adzan pertamanya dikumandangkan sebelum MASUK waktu shalat, gampang nya sebelum jam 12

Yang ingin saya bahas disini adalah, sejarah adzan 2x ini

Pada jaman Nabi saw, sayyidina Abu Bakar, kemudian Umar ra, ini katanya adzan nya Cuma 1x, lalu pada jaman khalifah Utsman ra, baru di terapkannya adzan 2x dengan dalih situasi/kondisi (ada illat) , yaitu ramai nya penduduk atau agar maksimal nya panggilan untuk shalat jum’at tersebut, sehingga para penduduk bisa mendatangi masjid dengan tertib

Namun ingat akhi, mereka semua ini berada di Madinah, yaitu Masjid Nabawi, lalu bagaimana praktik nya dimasjidil haram saat itu

Nah bagaimana para ulama SALAF dan KHALAF menyikapi fenomena ini
Yaitu INOVASI sayyidina Utsman bin Affan ra ini

Benarkah Sayyidina Ali ra tidak menerapkan adzan 2x

Benarkah menurut Ibnu Umar ra, adzan yang pertama itu adalah BID’AH

Bagaimana menurut Abdullah bin Zubair selaku pemimpin di Makah

Benarkah menurut Hasan Bashri adzan awal itu adalah sebuah MUHDATS

Benarkah menurut Imam Atho’ adzan pertama itu adalah BATIL

Benarkah Imam Syafi’i lebih suka adzan jum’at itu cukup 1x saja

Atau semua ini hanyalah ucapan ucapan syubhat atas nama mereka

Malah kata teman saya, di Indonesia sudah ada yang menerapkan hanya adzan 1x
Hmmm….

Lalu bagaimana pendapatnya ulama ulama KHOLAF, seperti

Syekh Nashirudin Al Albani? Benarkah beliau menganjurkan, jika memang kondisi penduduk sekitar kita tidak seperti di era khalifah Utsman (tidak ada illat) maka cukup kita kembalikan seperti pada era Nabi, yaitu adzan hanya 1x

Syekh Utsaimin? Benarkah beliau tetap berpegang teguh dengan ijtihad atau SUNNAH KHOLIFAH ini, sehingga harus kita praktikkan tanpa harus mengenal “illat” nya

Bagaimana menurut Syeikh Muqbil

Mari kita sharing disini hingga semua nya menjadi jelas
Ingat akhi… ini bukan debat kusir yang penuh dengan ucapan ucapan kotor
Saya hanya ingin mencari kebenaran yang sehat dan hakiki

Akhir kalam,

والســــــــــــلام عليكم ورحمة الله وبركاته

█║▌│█│║▌║││█║▌║▌║
Verified Official by Kaheel’s

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz Baba Naheel

Ustadz Baba Naheel has written 39 articles

Adalah seorang ustadz yang masih muda, namun sangat produktif menulis terutama yang berkaitan dengan dunia wahabi yang memiliki 'rasa Aswaja', yakni, sesuatu yang dianggap bid'ah oleh para pengikut salafi/wahabi, namun tidak menurut panutan mereka.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>