Alhamdulillah… Masjid Raya Baiturrahman Menjadi Aswaja Kembali

Pada saat berkhutbah, Khatib memegang Al-Qur’an dan tidak memegang tongkat. Lalu pada Khutbah kedua, khatib tidak memegang tongkat, spontan saja para santri mengingatkan agar khatib memegang tongkat.

Ini Kata Pimpinan HUDA, MUNA dan FPI Aceh Soal Tatib Jum’at di Mesjid Raya Baiturrahman
Shalat Dhuhur usai Shalat Jum’at

Informasi yang diterima media ini dari berbagai sumber, dalam praktek khutbah diperlukan dua orang. Seorang sebagai khatib (pembaca khutbah) dan yang lain sebagai muadzin (orang yang adzan) sekaligus menjadi muroqi (pengantar khatib naik ke mimbar).

Adapun prosesi khutbah Jum’at yang sesuai dengan Ahlus Sunnah Wal Jamaah adalah Muadzin melakukan adzan yang pertama. Adzan yang pertama ini biasa dilakukan Sahabat Khalifah Usman Bin Affan RA,

Setelah adzan pertama, disunahkan melaksanakan dua raka’at shalat sunah. Kemudian Selesai melaksanakan shalat sunah, muroqi segera maju mengambil tongkat, kemudian menghadap ke jama’ah diikuti dengan membaca salam.

Khatib maju untuk menerima tongkat dan naik ke atas mimbar dengan posisi menghadap ke arah qiblat, kemudian muroqi membaca shalawat. Setelah itu khatib mengucapkan salam kepada jama’ah.

Kemudian muroqi mengumandangkan adzan yang kedua. Setelah itu khatib mulai melakukan khutbah pertama di atas mimbar dan menghadap jama’ah, dengan tangan kanan memegang tongkat dan tangan kiri memegang pinggir mimbar.

“Yang paling penting, Azan dua kali harus diakomodir,” ujarnya sembari mengatakan jangan ada diskriminasi dalam pelaksanaan Ibadah di Mesjid Raya Baiturrahman.

Ia menambahkan tuntutan Azan dua kali dan khatib memegang tongkat ini sudah berlaku di daerah-daerah di Aceh. Apalagi ini pernah dijanjikan oleh Pasangan Zikir pada Pilkada 2012 lalu yang mana cara beribadah di Mesjid Raya Baiturrahman harus sama seperti cara-cara yang berlaku di daerah-daerah Aceh, para ulama ini menuntut janji politik Zikir,” ujar Tgk. Faisal Ali.

Selesai khutbah pertama, khatib kemudian duduk selama masa yang tidak memutus muwalah antara dua khutbah.

Pada saat khatib sedang duduk, muroqi membaca shalawat dengan suara keras, dengan syarat tidak sampai memutus muwalah antara dua khutbah.

Kemudian khatib berdiri, dan membaca khutbah kedua. Setelah khatib selesai membaca khutbah, muroqi secepatnya membaca iqomah, sedangkan imam segera menuju ke mihrab (tempat imam) untuk memulai shalat Jum’at.

Pelaksanaan tata tertib Shalat Jum’at ini sudah dilakukan diberbagai daerah di Aceh, termasuk di masjid-mesjid dalam Kota Banda Aceh.

Sebarkan Kebaikan Sekarang

Pages:

loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 847 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>