Silang penilaian tentang porno dan pornografi

Usulan dari PCNU Kencong Jember

Lintas kepentingan bisa beradu antara menahan diri dari hal-hal yang merangsang hasrat berzina dengan motif lain. Dunia bisnis marakkan reklame (pariwara) guna memacu pemasaran barang. Kalangan sinema menjual komoditas hiburan untuk orang dewasa. Para seniman dari berbagai aliran ramai-ramai mengekspresikan sesuatu yang dianggap seni (indah). Jurnalis mangabadikan fakta dari sesuatu kejadian yang layak muat sesuai selera pers.

Dari berbgai kecenderungan itu lahirlah gamabar, lukisan, foto (foto bugil), kontes kecantikan, relief atau gambar timbul, patung yang menvisualkan bentuk utuh manusia, film bersambung untuk layar lebar dan lain sebagainya. Karya keterampilan tersebut acap kali semakin berani menampilkan obyek seronok, bisa membangkitkan gairah seksual (cabul). Tak kalah menariknya pertunjukan tata gerak tari erotik yang merangsang birahi. Bahkan akhir-akhir ini kemasan VCD semakin marak menyajikan adegan-adegan seksual antara pangan berlawanan jenis kelamin tanpa busana sama sekali.

Obyek penglihatan tersebut mengundang penilaian yang simpang siur antara tuduhan porni, seni (indah), layak jual dan tidak mendidik. Perbedaan penialaian itu bisa sebagai akibat dari sisi mana orang memandang. Terlepas dari fariasi penilaian, kecenderungan budaya tersebut apabila tidak ada kontrol, jelas berbahaya bagi pertumbuhan jiwa anak bangsa, mengganggu perkembangan kedewasaan seksual dan mengancam keharmonisan hidup berumah tangga.

Pertanyaan

  1. Apakah agama Islam memiliki perbendaharaan konsep yang jelas tentang porno dan pornografi?
  2. Bagaimanakah hukum membuat gambar, lukisan, juru foto, menata gerak tari, mendemonstrasikan keindahan tubuh dan perbuatan sejenis yang merangsang birahi pada orang lain?
  3. Bolehkah mengamati tayangan gambar televisi yang menampilkan adegan berciuman antara pria dan wanita, mencermati patung seperti di Candi Roro Jonggrang dengan pahatan obyek wanita telanjang buah dada dan membaca teks buku/majalah yang merangsang syahwat?

Sumber :  Muktamar NU Lirboyo 2000 Koleksi Bahtsul Masail yang dimiliki oleh KH. A. Masduqi Machfudh (Ponpes Nurul Huda), termasuk arsip Kolom Bahtsul Masail dari majalah PWNU Jawa Timur Aula, Bahtsul Masail Wilayah (PWNU) Jawa Timur,

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 845 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>