Bedah Kitab :SAMPAINYA PAHALA BACAAN AL-QUR’AN UNTUK ORANG YG SUDAH MENINGGAL

SYARHUSH SHUDUR BI SYARHIL MAWTA MAL QUBUR3

BAGIAN KEDUA

Halaman 269

“Pendapat ini didasarkan pada qiyas (analogi) pada do’a, sedekah, puasa, haji, dan memerdekakan hamba sahaya yang dikemukakan sebelumnya. Menurut pendapat ini, tidak ada perbedaan anatara pemindahan pahala haji, sedekah, wakaf, dan do’a dengan bacaan Al-Qur’an. Pendapat ini juga didasarkan pada hadits-hadits yang disebutkan sebelumnya. Meskipun hadits-hadits tersebut dha’if, tetapi secara keseluruhan hadits-hadits tersebut memiliki sumber. Selain itu, pendapat ini juga berlandaskan pada alasan bahwa kaum muslimin dari masa ke masa masih terus berkumpul untuk membacakan Al-Qur’an bagi orang-orang yang sudah meninggal dunia di antara mereka. Yang demikian ini menurut ijma’ (konsensus atau kesepakatan) ulama. Semua itu disampaikan oleh Al-Hafizh Syamsuddin Ibnu Abdul Wahid al-Maqdisi al-Hanbali.

Imam Al-Qurthubi berkata, Syeikh ‘Izzuddin bin ‘Abdussalam telah mengeluarkan fatwa bahwa pahala bacaan Al-Qur’an itu tidak sampai kepada orang yang sudah meninggal dunia. Ketika beliau sudah wafat, sebagian sahabatnya bermimpi bertemu dengannya. Mereka bertanya kepadanya. “Engkau telah mengatakan bahwa pahala bacaan Al-Qur’an itu tidak sampai kepada orang yang sudah meninggal, lalu bagaimana engkau melihat itu?”

Dia menjawab, “Aku mengatakan hal itu ketika aku masih hidup di dunia, tetapi sekarang aku telah meninggalnya. Aku telah melihat adanya kemurahan Allah dalam hal itu, yaitu bahwa pahala bacaan Al-Qur’an tersebut sampai kepada orang yang sudah meninggal dunia.”

Adapun masalah bacaan Al-Qur’an di kuburan, sahabat-sahabat kami dan yang lainnya telah memastikan bahwa masalah itu disyari’atkan dalam agama Islam. Kemudian, Imam Al-Za’farani berkata, “Aku pernah bertanya kepada Imam Asy-Syafi’i mengenai masalah bacaan Al-Qur’an di kuburan. Jawab beliau, “Tidak apa-apa.”

Di dalam kitab “Syarah al-Muhadzdzab” Imam Nawawi berkata, “Disunnahkan bagi orang yang berziarah kubur untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an yang mudah baginya dan mendo’akan mereka setelah membacanya. Hal itu sudah dinash oleh Imam Asy-Syafi’i.”

Lebih lanjut beliau menambahkan pada tempat yang lain, “Jika mereka mengkhatamkan Al-Qur’an di kuburan, maka yang demikian itu lebih utama .”

Sedangkan, Imam Ahmad bin Hanbal pertama kali menolak pendapat tersebut, karena tidak ada atsar sahabat Nabi yang mendasarinya. Tetapi, setelah mendapatkan dasarnya dari atsar sahabat Nabi, beliau pun kembali menerimanya.

Imam Asy-Sya’bi Al-Khalal berkata, “Jika salah seorang di antara kaum Anshar meninggal dunia, mereka pulang dan pergi ke kuburannya untuk membacakan Al-Qur’an untuknya.”

Mengenai keutamaan surah Al-Ikhlas, Abu Muhammad As-Samarqandi menceritakan hadits dari Ali sebagai hadits marfu’. Disebutkan, “Tidaklah seseorang berjalan melewati kuburan lalu dia membaca surah Al-Ikhlas sebanyak sebelas kali, kemudian berniat memberikan pahalanya untuk orang-orang yang sudah meninggal dunia, melainkan pahalanya akan diberikan kepada beberapa orang yang sudah meninggal dunia.”

Abul Qasim Sa’ad bin Ali al-Zanjani menceritakan hadits dari Abu Hurairah. Dikatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang masuk ke pekuburan, lalu membaca surah al-Fatihah, surah al-Ikhlas, dan surah at-Takatsur, kemudian berdo’a, “Ya Allah, sesungguhnya aku berniat memberikan pahala atas apa yang aku baca ini kepada penghuni kubur yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, maka mereka akan menjadi pemohon syafa’at kepada Allah SWT baginya.”

Halaman Berikutnya Pages 3

Sebarkan Kebaikan Sekarang

Pages:

loading...

Avatar

KH. Thobary Syadzily has written 70 articles

Beliau adalah Cicit dari Syaikh Nawawi Banten yang sangat gigih berdakwah untuk Islam Ahlusunnah Waljamaah

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>