Imsak Pun Dibidahkan Oleh Wahabi

Penyelesaian permasalahan yang menjadi perdebatan

Imsakiyah ini memang tidak ada di zaman Rasul Saw. dan di zaman sahabat (salaf sholeh) juga tidak ada dalil tekstual secara khusus ataupun secara umum. Akan tetapi keberadaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar syariat islam. Justru keberadannya membawa maslahat yang besar bagi umat islam. Keberadannya sangat membantu seorang muslim/ah untuk bisa menyempurnakan pelaksanaan ibadah puasa mereka. Karena mereka tahu waktu dan sangat berhati-hati dalam menentukan waktu menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dengan memulai menahan sebelum waktunya. Justru keberadaan imsakiyah ini dalam kondisi tertentu bisa masuk ke dalam kaidah yang disebutkan oleh ulama ushul:

ما لا يتم الواجب الا به فهو واجب

“Apapun yang tidak sempurna pelaksanaan sebuah kewajiban kecuali dengannya, maka ianya akan menjadi wajib juga”.

Aplikasi kaidah di atas pada permasalahan adalah: Jikalau sempurnanya pelaksanaan imsak tidak akan bisa tercapai kecuali dengan adanya imsakiyah, maka imsakiyah juga akan menjadi wajib.

Sesuatu yang tidak ada/tidak dilakukan di zaman Rasul atau generasi salaf, bukan berarti haram/tidak boleh dilakukan oleh orang-orang setelah mereka. Apalagi hal-hal yang dilakukan adalah sesuatu yang baik dan mendukung maslahat dalam melaksanakan agama secara sempurna yang dihasilkan dari proses ijtihad. Dan Hal-hal yang haram/tidak boleh dilakukan oleh generasi setelah Rasul Saw. adalah apabila DILARANG oleh Rasul Saw., bukan hal-hal yang ditinggalkan/tidak dilakukan.  oleh karena itu ulama ushul mengatakan :

الترك لا يفيد التحريم

“Rasul Saw. dan sahabat tidak melakukan sesuatu bukan berarti yang tidak dilakukan itu adalah haram dilakukan.”

Oleh karena itu imsakiyah bukanlah sebuah perkara bid`ah hanya dengan alasan imsakiyah tidak ada di zaman Rasul Saw. dan sahabat. Dan imsakiyah juga tidak bisa dikatakan bertentangan dengan sunnah Rasul Saw. karena memang tidak ada larangan terhadap imsakiyah baik secara umum maupun secara khusus.

Jikalau mereka menyatakan imsakiyah ini bid`ah karena tidak ada dalil khusus yang memerintahkan atau membolehkan, maka kita akan juga tagih kepada mereka mana dalil yang melarangnya dengan dalil khusus?! Apakah ada larangan di dalam Al Qur`an dan sunnah terhadap  imsakiyah secara khsusus?! Jawabannya pasti tidak!

Perlu diketahui bahwa perbuatan kaum muslimin akan terus berkembang dan akan sangat bervariatif dari masa ke masa, akan sangat beragam dari satu tempat dibandingkan dengan tempat lainnya. Perbuatan yang sudah umum terjadi di zaman Rasul Saw. belum tentu terjadi di zaman-zaman selanjutnya. Sebaliknya, perbuatan yang belum ada di zaman Nabi Saw. boleh jadi baru ada pada zaman-zaman selanjutnya. Untuk menyikapi bervariatif dan terus berkembanganya perbuatan seorang muslim/ah dari satu waktu ke waktu, dari satu tempat ke tempat lain, syariat kita menjelaskan tuntutan syar`i secara garis besar/ umum, agar bisa dijadikan patokan oleh para ulama untuk menemukan hukum permasalahan-permasalahan yang terjadi kapanpun melalui piranti ijtihad. Oleh karena itu tidak semua permasalahan yang dijelaskan secara khusus oleh dalil al Qur`an dan sunnah.

Jikalau setiap permasalahan dituntut harus dijelaskan dengan dalil-dalik khusus, apa gunanya dalil-dalil umum yang ada di dalam al Qur`an dan sunnah? Apakah mereka hanya akan menerima dalil-dalil-dalil khusus saja, sementara dalil-dalil umum ditolak?! Bukankah perbuatan mereka ini sama dengan Bani Israil seprti yang diceritakan oleh QS: Al Baqarah: 85:

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

Kenapa ada Imsakiyah dan perspektif syariat dalam menghukumi imsakiyah?

Mari kita lihat dasar adanya imsakiyah dan pendapat para ulama hadits tentang imsakiyah ini:

Sebenarnya ketetapan waktu imsak sebagai ihtiyath (kehati-hatian) itu punya dasarnya. Habib Hasan bin Ahmad bin Saalim al-Kaaf menyebut dalam “at-Taqriiraat as-Sadiidah fil Masaa-ilil Mufiidah” yang merupakan kumpulan dari ringkasan ajaran guru-guru beliau terutama sekali al-’Allaamah al-Faqih al-Muhaqqiq al-Habib Zain bin Ibrahim bin Zain Bin Smith, pada halaman 444 menyatakan :

…”Dan memuai imsak (menahan diri) dari makan dan minum (yakni bersahur) itu adalah mandub (disunnatkan) sebelum fajar, kira-kira sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk  membaca 50 ayat (sekitar seperempat jam)”.

Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari, berbunyi:-

روى البخاري  عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً .

Dari Sayyidina Anas meriwayatkan bahwa Sayyidina Zaid bin Tsabit r.a. berkata: “Kami telah makan sahur bersama-sama Junjungan Nabi Saw., kemudian baginda bangun mengerjakan shalat. Sayyidina Anas bertanya kepada Sayyidina Zaid:- “Berapa lamanya antara azan (Subuh) dengan waktu makan sahur itu ?” Dia menjawab: “sepadan dengan waktu yang dibutuhkan untuk  membaca 50 ayat.”

Hadis ini menunjukkan bahwa jarak atau interval waktu antara bersahurnya Rasul Saw. dan azan Subuh adalah kira-kira 50 ayat. Itu artinya Rasul Saw. tidak lagi makan sahur sampai berkumandangnya azan Subuh. Pada redaksional hadits disebutkan secara jelas bahwa Rasul Saw. bersahur dan berhenti kira-kira waktu yang dibutuhkan untuk membaca 50 ayat al Qur`an sebelum masuk waktu Subuh. Inilah yang dipahami oleh para ulama kita, sehingga menetapkan sunnah berimsak sekitar waktu yang dibutuhkan untuk pembaca 50 ayat Al Qur`an tersebut yang diperkirakan setara dengan 10 – 15 menit.

Sebarkan Kebaikan Sekarang

Pages:

loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 847 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>