Menjawab Syubhat Tauhid Wahabi Part I

Menjawab Syubhat Tauhid Wahabi Part I

Tauhid

✒?FAEDAH KE-ASWAJAAN. BAB TAUHID 1?

Syubhat :

Allah memiliki anggota tubuh seperti wajah, tangan, kaki dan jari. Karena itu semua adalah sifat-sifat Allah yang telah disebutkan dalam al-Quran dan Hadits Sahih.

Jawaban :

Akidah Ahlus sunnah wal jama’ah meyakini bahwasanya Allah Ta’ala dinafikan dari jisim dan semua kelaziman (konsekuensi) jisim seperti anggota tubuh, ukuran panjang, lebar, kasar halus dan semisalnya.

Imam Ahmad bin Hanbal adalah salah satu ulama yang sangat mengingkari orang yang mengatakan jisim kepada Allah.

Pemimpin Hanabilah Abul Fadhl at-Tamimi mengatakan bahwasanya imam Ahmad bin Hanbal berkata :

وَأَنْكَرَ – يَعْنيِ أَحْمَدَ- عَلىَ مَنْ يَقُوْلُ بِاْلجِسْمِ وَقَالَ إِنَّ اْلأَسْمَاءَ مَأْخُوْذَةٌ مِنَ الشَّرِيْعَةِ وَاللُّغَةِ ، وَأَهْلُ اللُّغَةِ وَضَعُوا هَذاَ اْلاِسْمِ عَلىَ ذِي طُوْلٍ وَعَرْضٍ وَسَمْكٍ وَتَرْكِيْبٍ وَصُوْرَةٍ وَتَأْلِيْفٍ وَاللهُ تَعَالىَ خَارِجٌ عَنْ ذَلِكَ كُلِّهِ، فَلَمْ يَجُزْ أَنْ يُسَمِّىَ جِسْمًا لِخُرُوْجِهِ عَنْ مَعْنىَ اْلجِسْمِيَّةِ وَلَمْ يَجِئْ فيِ الشَّرِيْعَةِ ذَلِكَ فَبَطَلَ

“ Imam Ahmad mengingkari orang yang berpendapat Allah itu berjisim dan berkata : “ Sesungguhnya nama-nama itu diambil dari Syare’at dan bahasa. Ulama ahli bahasa meletakkan nama (jisim) ini kepada sesuatu yang memiliki ukuran panjang, lebar, tinggi, bagian, gambar dan susunan sedangkan Allah keluar dari itu semua, maka tidak boleh mengatakan Allah itu jisim karena mustahilnya Allah dari makna kejisiman dan juga tidak ada sandaran dalam Sayare’at, maka hal itu bathil “.

Al-Imam al-Hafidz Abu Bakar al-Isma’ili (w 371 H) mengatakan :

ولا يُعتقَدُ فيه تعالى الأعضاءُ والجوارحُ، ولا الطولُ والعرضُ، والغلظُ والدقّة، ونحو هذا مما يكون مثله في الخلق، فإنه ليس كمثله شيء، تبارك وجهُ ربنا ذي الجلال والإكرام

“ Dan Allah Ta’ala tidak boleh diyakini memiliki anggota tubuh dan jarihah, juga ukuran panjang, lebar, kasar, halus dan semisal ini dari sesuatu yang ada sepertinya pada makhluk, kerana Allah Ta’ala tidak serupa dengan sesuatu apapun, Maha Berkah Allah Ta’ala Tuhan Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan “.

Memahami nash (redaksi) al-Quran dan Hadits, tidak semudah memahami buku komik atau dongeng. Teks-teks al-Quran atau pun hadits terkadang harus dipahami secara menyeluruh dengan mematuhi kaedah-kaedah yang telah ditetapkan para ulama salaf. Terkadang ayat satu denggan ayat yang lainnya saling berhubungan dan saling menafsirkan. Dalam masalah ini, wahabi banyak membuang nash-nash al-Quran dan Hadits yang masih berhubungan dengan kasus ini sebagaimana akan kita ketahui nanti.

Dan terkadang pun hadits menjadi tafsir (penjelas), ta’kid (penguat) ataupun nasikh (penghapus) bagi ayat al-Quran. Contoh hadits yang menjadi tafsir bagi ayat al-Quran seperti hadits-hadits yang menjelaskan perkara yang berhubungan dengan cara-cara beribadah, persyaratan dan waktu-waktu ibadah. Karena al-Quran tidak menjelaskan jumlah bilangan, waktu dan rukun setiap sholat lima waktu.

Dalam memahami bahasa Arab saja memiliki uslub-uslubnya apalagi memahami kandungan al-Quran tidak semua orang boleh menafsirkan maknanya terlebih orang awam.

Sebelum Islam datang dan sesudahnya, bahasa arab pun juga memiliki makna yang berlainan, misal sebelum Islam datang Sholah bermakna doa dan setelah Islam datang sholah bermakna segala perbuatan dan ucapan yang dimulai degn takbir dan diakhiri dengn salam.

Dalam bahasa arab pun juga memiliki makna Haqiqatan (tekstualis) dan Majaazan (kontektualis) contoh yang majaazan Hadits Nabi Saw :

أسرعكن لحوقا بى أطولكن يدا

“ Paling segeranya di antara kalian (keluarga Rasul) yang menyusulku adalah yang paling panjang tangannya “.

Makna hadits itu bukan berarti tangan yang paling panjang, tapi yang paling banyak shodaqahnya. Demikian juga makna bhsa arabnya dalam kalam bermakna dgn makna yang berlainan sesuai Siyaqul kalamnya (susunan kata).

(Ibnu Abdillah Al-Katibiy, Kota Santri; 11-06-2011)

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy

Ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy has written 8 articles

Penulis buku Rekam Jejak Radikalisme Wahabi
dan Ahli Ruqyah Islami

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>