PERTANYAAN :
Hadi Prayoga
assalamu alaikum para sedulur PISS KTB yg kami muliakan.
terlebih pada admin Mbah Jenggot n mbah @mas aji antoro.
mau numpang tanya nih,mengen ai pelaksana’ an sholat JAMA’ TAKHIR QASAR.
yang di laksanakan antara dhuhur dan ashar,juga antara maghrib dan isya, yang mana dulu nih ??????
atas bantuan ilmu nya syuuukran katsiron
JAWABAN:
>> Masaji Antoro:
Wa’alaikum salam
Menurut Madzhab Syafi’i TARTIB dan MUWAALAH dalam pelaksanaa n shalat jamak ta’khir tidak menjadi persyarata n, maka boleh baginya memilih dari dua shalat yang hendak dijamak ta’khir tersebut mana yang ia kehendaki untuk didahuluka n.
ويشترط لجمع التأخير شرطان فقط:
الأول ـ نية التأخير قبل خروج وقت الصلاة الأولى، ولو بقدر ركعة: أي بزمن لو ابتدئت فيه، كانت أداء. وإلا فيعصي، وتكون قضاء. ودليل اشتراط النية: أنه قد يؤخر للجمع، وقد يؤخر لغيره، فلا بد من نية يتميز بها التأخير المشروع عن غيره.
الثاني ـ دوام السفر إلى تمام الصلاة الثانية، فإن لم يدم إلى ذلك بأن أقام ولو في أثنائها، صارت الأولى (وهي الظهر أو المغرب) قضاء؛ لأنها تابعة للثانية في الأداء للعذر، وقد زال قبل تمامها. أما الترتيب: فليس بواجب؛ لأن وقت الثانية وقت الأولى، فجاز البداية بما شاء منهما
Dalam shalat jamak ta’khir hanya disyaratka n 2 saja :
1. Niat jamak ta’khir sebelum habisnya waktu shalat yang pertama meskipun sekedar satu rakaat artinya menjalanka n niat pada waktunya shalat pertama yang andaikan ia jalani shalat diwaktu tersebut shalatnya menjadi shalat ada’ (bukan shalat qadha), bila ia tidak niat diwaktunya shalat yang pertama maka ia maksiat dan shalatnya menjadi qadha.
Dalil disyaratka nnya niat adalah bahwa shalatnya ia akhirkan karena alas an jama dan terkadang shalat diakhirkan karena selain jama’ maka harus terdapat niat sebagai pembeda antara shalat yang diakhirkan sesuai yang diajarkan dan shalat yang diakhirkan karena unsure lainnya (misalnya teledor)
2. Langgengny a bepergian hingga sempurnany a shalat kedua, bila ia sampai tempat tujuan meskipun disaat tengah menjalanka n shalat kedua maka shalat yang pertama (dhuhur dan maghrib) menjadi qadha karena waktu pelaksanaa n shalat pertama mengikuti shalat kedua sebab udzur yang memperbole hkan dikumpulka nnya dua shalat telah hilang sebelum ia sempurna menjalanka nnya.
Sedang masalah TARTIB (mendahulu kan dhuhur atas ashar atau Maghrib atas Isya’) dalam jama’ ta’khir ini tidak diwajibkan sebab waktu shalat yang kedua juga waktunya shalat pertama maka baginya boleh mendahuluk an shalat yang mana saja dari keduanya.
Al-Fiqh al-Islaam II/508
__________ __________ _______
وأما الترتيب فليس بواجب لان وقت الثانية وقت الأولى فجاز البداية بما شاء منهما وأما التتابع فلا يجب لان الأولى مع الثانية كصلاة فائتة مع صلاة حاضرة فجاز التفريق بينهما
Sedang masalah TARTIB (mendahulu kan Zhuhur atas Ashar atau Maghrib atas Isya’) dalam jama’ ta’khir ini tidak diwajibkan sebab waktu shalat yang kedua juga waktunya shalat pertama maka baginya boleh mendahuluk an shalat yang mana saja dari keduanya.
Sedang dijalankan secara terus-mene rus juga tidak wajib karena shalat pertama dinisbatka n pada shalat yang kedua seperti halnya shalat yang tertinggal dengan shalat yang hadir maka boleh dipisahkan diantara keduanya.
Al-Muhaddz ab I/105
__________ __________ ________
أما الترتيب والموالاة بين الصلاتين في جمع التأخير فهو مسنون وليس بشرط
Sedang masalah tartib dan terus-mene rus diantara kedua shalat dalam jama’ ta’khir hanya kesunahan dan tidak disyaratka n.
Al-Fiqh ala Madzahib al-Arba’ah I/748
Wallaahu A’lamu Bis Showaab.