Pelajaran Nahwu Asmara

Saat itu, aku seperti ISIM MUFROD, tunggal sendirian saja… seperti kalimat HURUF, sendiri tak bermakna… seperti fi’il LAAZIM, mencintai tak ada yang dicinta… tak mau terpuruk dan terdiam, aku harus jadi MUBTADA’, memulai sesuatu.. menjadi seorang FA’IL, yang berawal dari fi’il.. namun aku seperti FI’IL MUDHOORI’ ALLADZII LAM YATTASHIL BIAAKHIRIHII SYAIUN… mencari sesuatu, tapi tak…

Sebarkan Kebaikan Sekarang