Puasa Rajab Tidak Bid’ah, Tetapi Sunnah

Bulan ini kita telah memasuki dalam bulan Rajab. Tidak sedikit kaum Muslimin di Indonesia, yang mentradisikan puasa Sunnah ketika memasuki bulan-bulan mulia seperti bulan Rajab. Persoalannya, setelah merebaknya aliran Salafi-Wahabi di Indonesia, beragam tradisi ibadah dan keagamaan yang telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Nusantara, seperti puasa Sunnah di bulan Rajab selalu dipersoalkan oleh mereka…

Syi’ah Ajaran Yang Penuh Propaganda

SYIAH ALIRAN PENUH PROPAGANDA BEDAH DIALOG BATAM Trialog antara A (Ahlussunnah Wal-Jama’ah), W (Wahabi) dan S (Syiah Rofidhoh). W: “Akhi, mulai kemarin antum hanya menyampaikan kritik kepada kami kaum Wahabi. Kenapa antum akhi enggan memberikan kritik kepada Syiah?” S: “Akhi W, kenapa antum keberatan dengan kritik A? Bukankah kritikan akhi A sangat ilmiah dan tidak…

Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dan Bid’ah Lughowiyyah

AL-IMAM IBNU HAJAR AL-HAITAMI DAN BID’AH LUGHAWIYYAH BEDAH DIALOG BATAM Dalam sebuah dialog santai di sebuah acara tahlilan di Indonesia bagian Barat, antara Ustadz Nashirul Islam dari pihak Ahlussunnah Wal-Jama’ah (kami singkat A) dan Ustadz Huwaini dari pihak Wahabi (kami singkat W), diganggu dengan teman lama mereka yang kini datang berkunjung untuk silaturrahmi. Tapi teman…

Mufti Wahabi Bolehkan Undangan Makanan Kematian

Suatu ketika seorang laki-laki wahabi (W) berta’ziyah ke rumah teman akrabnya, yang mantan wahabi (MW), karena salah seorang keluarganya yang meninggal dunia. Kebetulan ia berta’ziyah malam hari, bersamaan dengan berkumpulnya para tetangga yang diundang untuk tahlilan dan makan-makan. Akhirnya terjadilah dialog berikut ini: W: “Ini orang-orang berkumpul di sini untuk tahlilan dan makan-makan?” MW: “Iya”.…

Mufti Wahabi Membolehkan Suguhan Makanan Ta’ziyah

Suatu ketika, seorang mantan wahabi (MW) berduka cita karena salah seorang keluarganya meninggal dunia. Lalu teman lamanya yang masih wahabi (W) datang berta’ziyah. Akhirnya si mantan wahabi yang menjadi Ahlussunnah Wal-Jama’ah ini menyuguhkan makanan bagi teman akrabnya tersebut. Ternyata, teman akrab tersebut menolaknya dan tidak mau menyantap makanan tersebut. Akhirnya terjadilah dialog seperti ini. MW:…

Puasa Rajab Tidak Bid’ah, Tetapi Sunnah

Bulan ini kita telah memasuki dalam bulan Rajab. Tidak sedikit kaum Muslimin di Indonesia, yang mentradisikan puasa Sunnah ketika memasuki bulan-bulan mulia seperti bulan Rajab. Persoalannya, setelah merebaknya aliran Salafi-Wahabi di Indonesia, beragam tradisi ibadah dan keagamaan yang telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Nusantara, seperti puasa Sunnah di bulan Rajab selalu dipersoalkan oleh mereka…

Hakekat Rebo Wekasan (Rabu Terakhir) Safar

Setiap Rabu terakhir bulan Shafar, sebagian besar kaum Muslimin Nusantara melakukan shalat sunnah memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai malapetaka. Hal ini didasarkan pada keterangan yang terdapat dalam kitab Mujarrabat al-Dairabi al-Kabir yang berbunyi begini: “Sebagian orang-orang yang ma’rifat kepada Allah menyebutkan, bahwa dalam setiap tahun akan turun tiga ratus dua puluh ribu…

Jawaban Terhadap Majalah Wahabi ‘AL-FURQON’ (Bagian 3)

– JAWABAN TERHADAP MAJALAH WAHABI AL-FURQON (Part III) Jawaban terhadap tulisan Ustadz Wahabi Abu Ahmad Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah, yang mengomentari buku kami “Membedah Bid’ah dan Tradisi”, dan “Buku Pintar Berdebat Dengan Wahabi” di Majalah al-Furqon, Sidayu Gresik Jawa Timur. SEPUTAR KITAB AHKAM TAMANNIL MAUT Sebagaimana dimaklumi, sejak tahun 1976 yang lalu, kaum…

Jawaban Terhadap Majalah Wahabi ‘AL-FURQON’ (Bagian 2)

JAWABAN TERHADAP MAJALAH WAHABI AL-FURQON (Bagian 2)  Lanjutan dari tulisan Bagian 1. WAHABI: “Di antara contoh lain dari ketidakpahaman penulis terhadap pengertian “sunnah dan bid’ah” bahwa dia banyak menyatakan bahwa sunnah-sunnah Khulafaur Rasyiidin adalah bid’ah, padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintahkan setiap muslim agar berpegang teguh dengan sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan “sunnah…

Meluruskan Dusta Wahabi Firanda dalam artikel “Aswaja Sufi Meniru-niru Syi’ah atau Sebaliknya?” Part II

MELURUSKAN DUSTA WAHABI (FIRANDA) DALAM ARTIKELNYA “ASWAJA SUFI MENIRU-NIRU SYIAH..?? ATAUKAH SEBALIKNYA..??!!” (Part II). Lanjutan dari bagian pertama. Pada bagian berikut ini, Firanda Andirja banyak mengutip perkataan Khumaini, pemimpin Syiah Imamiyah Iran, lalu menyamakannya dengan kaum Shufi Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Padahal dalam masalah tersebut, Wahabi-lah (atau Firanda Andirja-lah) yang sesat, bukan pendapat Khumaini. Berikut dialognya: WAHABI:…

Halaman 1 dari 3123