Hati-hati Menjaga Lisanmu Wahai Ibu

Hati-hati menjaga lisanmu wahai ibu…

menjaga Lisan

?????

كنت في يوم من الايام انظف بيتي وجاء ابني وهو طفل واسقط تحفة من الزجاح فانكسرت
Suatu hari, saya sedang membersihkan rumah. Tiba-tiba anak lelaki saya datang, ia masih kecil waktu itu, ia menjatuhkan satu hiasan yang terbuat dari kaca, dan pecah.
فغضبت عليه اشد الغضب لانها غالية جداً واهدتني اياها امي فأحبها ، واحب ان احافظ عليها …
Saya benar-benar marah ketika itu. Karena hiasan itu amat mahal harganya. Ibu saya telah menghadiahkannya dan saya amat menyukainya, maka saya menjaganya dengan amat baik…
ومن شدة الغضب دعوت عليه قلت :
( عسى ربي يطيح عليك جدار يكسر عظامك )
Karena terlalu marah, saya melontarkan kata-kata: “semoga kamu tertimpa dinding bangunan dan tulang-belulangmu hancur!”
مرت السنين ونسيت تلك الدعوة ولم اهتم لها ولم اعلم انها قد ارتفعت الى السماء …
Beberapa tahun berlalu, saya lupa akan doa itu, saya pun tak menganggapnya penting, dan saya tidak tau bahwa ternyata doa itu telah naik ke atas langit…

كبر ابني مع اخوانه واخواته ..
وكان هو احب ابنائي الى قلبي ؛
اخاف عليه من نسمة الهواء …
ويبر فيَّ اكثر من اخوانه واخواته …
درس وتخرج وتوظف واصبحت ابحث له عن زوجة

Anakku lelakiku itu dan saudara-saudarinya yang lain semakin besar. Rasanya, dialah yang paling saya cintai dari anak2ku yang lain. Dialah yang paling saya khawatirkan. Ia pula yang paling berbakti kepadaku dibandingkan saudara/i nya yang lain. Dia telah tamat belajar, bekerja, dan sudah waktunya untuk saya mencarikannya pasangan…
. . .
وكان عند والده عمارة قديمة ويريدون هدمها وبناءها من جديد
Ayahnya memiliki sebuah gedung tua yang hendak direnovasi.
.
ذهب ابني مع والده للعمارة وكان العمال يستعدون للهدم
Maka pergilah anakku bersama ayahnya ke gedung itu. Para pekerja sudah siap-siap untuk merenovasinya..
وفي منتصف عملهم ذهب ابني بعيداً عن والده ولم ينتبه له العامل فسقط الجدار عليه ..
Ditengah-tengah aktivitas mereka, anakku pergi agak jauh dari ayahnya, para pekerja tidak mengetahui bahwa ada ia disana, bangunan yang sengaja dirobohkan untuk direnovasi itu jatuh menimpanya…
وصرخ ابني … ثم اختفى صوته …
توقف العمال ، واصبح الجميع في قلق وخوف …
Anakku berteriak hingga suaranya tak terdengar lagi. Semua pekerja berhenti. Mereka ketakutan! Mereka khawatir!
ازالوا الجدار عنه بصعووووبة وحضر الاسعاف
ولم يستطيعوا حمله لانه اصبح كالزجاح اذا سقط وتكسر …
Mereka menyingkirkan dinding yang menghimpit anakku itu dengan susah payah dan segera memanggil ambulans. Mereka tidak bisa mengangkan badan anakku. Ia remuk. Seperti kaca yang jatuh, pecah berkeping-keping…
حملوه بصعوبة ونقلوه للعناية …
وعندما اتصل والده ليخبرني
كأن الله اعاد امام عيني تلك الساعة التي دعوت فيها على ابني وهو طفل … وتذكرت تلك الدعوة …
Mereka membawanya dengan amat sulit dan segera memindahkannya untuk pertolongan lebih lanjut.. . Ketika ayahnya menghubungi saya untuk mengabarkan hal itu, seakan Allah menghadirkan kembali apa yang telah saya doakan untuknya dahulu ketika ia kecil…
بكيت حتى فقدت وعيي ..
واستيقظت في المستشفى … وطلبت رؤية ابني …
Saya menangis hingga jatuh pingsan. Ketika sadar, saya berada di rumah sakit.. Dan saya meminta untuk melihat anak saya…
رأيته ، وليتني لم اره في تلك الحالة ..!
رأيته وكأن الله يقول :
هذه دعوتك … استجبتها لك بعد سنين طويلة ؛لأن دعوة الوالدين مستجابة … والان سأخذه من الدنيا
Ketika melihatnya, ah! Andaikan aku tidak melihatnya dalam keadaan sebegitu… Saya melihatnya, seakan-akan Allah berkata “nih, ini doamu kan? Sudah saya kabulkan setelah sekian lama; doa orang tua itu mustajab, dan sekarang Aku akan mengambilnya…”
وفي تلك اللحظات توقف جهاز القلب …
Ketika itu, jantung aaya seakan berhenti berdetak…
ولفظ ابني انفاسه الاخيرة ..
Anak saya menghembuskan nafas terakhirnya…
صرخت وبكيت وانا اقول :
Sembari berteriak dan menangis saya berkata:
ليته يعود للحياة .. ويكسر تحف البيت جميعها …
Andaikan ia hidup lagi! Tidak mengapa jika dia hancurkan semua perabot rumah…
ولا افقده ..
Asalkan saya tidak kehilangan ia…
ليت لساني انقطع ولا دعوت عليه تلك الدعوة ..!
Andaikan saja lidah saya ini terpotong dan tidak mendoakannya sebegitu!
ليت وليت وليت ولكن ………. لي

✨Alhamdulillah✨

?Telah hadir ebook analisa kata ‘kullu’ dalam hadis bidah
Klik?

?http://santri.net/aqidah-akhlak/dalil/analisa-kullu-dalam-hadis-bidah/

✏️Karya Forum Penulis Santri.net

♻️ Raih pahala dakwah
Bagikan sekarang ?

Gabung dengan kami

www.telegram.me/santriNet

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz Dzorif Bin Yahya

Ustadz Dzorif Bin Yahya has written 20 articles

Pendidikan : 1. Madrasah Sumur Wuni Cirebon pimpinan Habib Alwi bin Abu Bakar bin Yahya. 2. Ponpes Al Anwar Pesawahan, Cirebon pimpinan KH. Abdur Rasyid (alm) dan putranya KH Falah Failasuf. 3. Lulusan Takhasus Lughot Ponpes Sunniyah Salafiyah pimpinan al Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf

Kegiatan : Pengajar tetap di pondok Suniyah Salafiyah, Pengisi pengajian rutin Majelis Shalawat Badril Budur, Penulis rubrik aswaja majalah Cahaya Nabawi, Anggota penulis forum santri sunniyah salafiyah (forsan salaf), Ketua bid dakwah yayasan Sunniyah salafiyah

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>