Forsan Salaf has written 242 articles

Forsan Salaf adalah situs yang dikelola Yayasan Sunniyah Salafiyah. Memuat bahasan-bahasan ilmiah yang mendalam dan bisa dipertanggungjawabkan. Seluruh isi telah disaring dan dikaji ulang oleh sebuah tim yang berada di bawah pengawasan Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf.

Comments

comments

13 thoughts on “Harmonisasi Hati dan Jasmani

  1. Haryanto says:

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Alhamdulillah , tulisan ini menyejukan hatiku.terima kasih banyak kepada Admin website ini serta penulisnya( Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi)Semoga dilimpahkan pahala yang berlimpah. dan semoga ilmu yang disampaikan ini dapat bermanfaat buat diri saya. Amin.

    Sekedar saran untuk admin untuk Ayat-ayat Qur’an dan hadist Tolong di tampilkan dong supaya pembaca mudah menghapal dan memahami bahasa arabnya .

    Salam
    Haryanto

    Note : Mohon Maaf kalau tulisan ini tak berkenan.

  2. Haryanto says:

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Alhamdulillah , tulisan ini menyejukan hatiku.terima kasih banyak kepada Admin website ini serta penulisnya( Habib Ahmad bin Zein al-Habsyi)Semoga dilimpahkan pahala yang berlimpah. dan semoga ilmu yang disampaikan ini dapat bermanfaat buat diri saya. Amin.

    Sekedar saran untuk admin untuk Ayat-ayat Qur’an dan hadist Tolong di tampilkan dong supaya pembaca mudah menghapal dan memahami bahasa arabnya .

    Salam
    Haryanto

    Note : Mohon Maaf kalau tulisan ini tak berkenan.

  3. Akhi says:

    Asalamu alaikum..mau tanya, istri saya kalau shola dzuhur diakhir waktu (wkt dzuhur blm hbs)karena skalian menanti sholat asar dan isyak juga begitu sekalian menanti shubuh soalnya kalau mau sholat pasti mandi (maklum pnya ank kecil jd repot jaga kesucian dan biar nggak mandi terus dan hal tsb apakah baik dan kalo saya bisa diawal waktu soale ikut jamaah d mesjid tapi..saya ragu2 dgn imamnya soal imamnya masuk takbir melafalkan Allohu akbar dah selesai tp tangannya belum sempurna/sendakep jawanya dan ragu soal tuma’ninah di waktu i’tidal soalnya tangan si imam masih dlm keadaan ketawehan/gerak sambi baca doa i’tidal dan apakah saya terus ikut imam ? Sebelumnya syukro kasir atas jwbnnya, jazakumulloh..!

  4. Akhi says:

    Asalamu alaikum..mau tanya, istri saya kalau shola dzuhur diakhir waktu (wkt dzuhur blm hbs)karena skalian menanti sholat asar dan isyak juga begitu sekalian menanti shubuh soalnya kalau mau sholat pasti mandi (maklum pnya ank kecil jd repot jaga kesucian dan biar nggak mandi terus dan hal tsb apakah baik dan kalo saya bisa diawal waktu soale ikut jamaah d mesjid tapi..saya ragu2 dgn imamnya soal imamnya masuk takbir melafalkan Allohu akbar dah selesai tp tangannya belum sempurna/sendakep jawanya dan ragu soal tuma’ninah di waktu i’tidal soalnya tangan si imam masih dlm keadaan ketawehan/gerak sambi baca doa i’tidal dan apakah saya terus ikut imam ? Sebelumnya syukro kasir atas jwbnnya, jazakumulloh..!

  5. Akhi says:

    Asalamu alaikum..mau tanya, istri saya kalau shola dzuhur diakhir waktu (wkt dzuhur blm hbs)karena skalian menanti sholat asar dan isyak juga begitu sekalian menanti shubuh soalnya kalau mau sholat pasti mandi (maklum pnya ank kecil jd repot jaga kesucian dan biar nggak mandi terus dan hal tsb apakah baik dan kalo saya bisa diawal waktu soale ikut jamaah d mesjid tapi..saya ragu2 dgn imamnya soal imamnya masuk takbir melafalkan Allohu akbar dah selesai tp tangannya belum sempurna/sendakep jawanya dan ragu soal tuma’ninah di waktu i’tidal soalnya tangan si imam masih dlm keadaan ketawehan/gerak sambi baca doa i’tidal dan apakah saya terus ikut imam ? Sebelumnya syukro kasir atas jwbnnya, jazakumulloh..!

  6. @ akhi, waalaikumsalam,
    Pada dasarnya, tidak wajib mandi untuk menghilangkan najis, apalagi masih diragukan kenajisannya, karena hukum najis tidak diberikan kepada suatu benda kecuali telah yakin akan kenajisannya.
    Sedangkan waktu pelaksanaan shalat yang paling utama adalah di awal waktu yang disebut dengan WAKTU FADHILAH, hanya saja diperbolehkan bagi siapa saja untuk mengakhirkan shalatnya selama masih dalam waktu yang ditentukan hingga tidak ada bagian dari shalat yang di luar waktunya. Oleh karena itu, kami sarankan bagi istri anda agar tidak mandai setiap akan shalat demi hilangnya perasaan was-was akan kenajisan badannya setelah bersentuhan dengan si bayi, dan bisa mengerjakan shalat di awal waktu. Dalam permasalahan ini alangkah baiknya anda baca artikel yang sudah kami muat yang berjudul :”DIMANAKAH SHALATNYA PEREMPUAN” atau bisa langsung klik disini
    Dalam tatacara takbirotul ihrom, terdapat beberapa cara dikalangan ulama’, namun cara yang paling utama adalah melafadhkan takbir ketika mulai mengangkat kedua tangan dan berakhir pelafadhannya ketika berada dipuncak mengangkat tangan yaitu ketika kedua tangan berada di sejajar kepala. Kemudian menurunkan kedua tangan dengan tanpa bacaan takbir. Oleh karena itu, shalat imam dengan pelaksanaan takbir seperti yang anda sebutkan tetap sah, sehingga anda tetap bisa meneruskan shalat berjamaah dengannya hingga selesai.
    Tuma’niah adalah berhenti sejenak pada rukun tersebut dengan ukuran subhanallah,maka apabila imam telah membaca doa i’tidal berarti dia telah tumakninah,
    Dengan demikian anda bisa meneruskan untuk berjamaah dengan imam tersebut.

  7. @ akhi, waalaikumsalam,
    Pada dasarnya, tidak wajib mandi untuk menghilangkan najis, apalagi masih diragukan kenajisannya, karena hukum najis tidak diberikan kepada suatu benda kecuali telah yakin akan kenajisannya.
    Sedangkan waktu pelaksanaan shalat yang paling utama adalah di awal waktu yang disebut dengan WAKTU FADHILAH, hanya saja diperbolehkan bagi siapa saja untuk mengakhirkan shalatnya selama masih dalam waktu yang ditentukan hingga tidak ada bagian dari shalat yang di luar waktunya. Oleh karena itu, kami sarankan bagi istri anda agar tidak mandai setiap akan shalat demi hilangnya perasaan was-was akan kenajisan badannya setelah bersentuhan dengan si bayi, dan bisa mengerjakan shalat di awal waktu. Dalam permasalahan ini alangkah baiknya anda baca artikel yang sudah kami muat yang berjudul :”DIMANAKAH SHALATNYA PEREMPUAN” atau bisa langsung klik disini
    Dalam tatacara takbirotul ihrom, terdapat beberapa cara dikalangan ulama’, namun cara yang paling utama adalah melafadhkan takbir ketika mulai mengangkat kedua tangan dan berakhir pelafadhannya ketika berada dipuncak mengangkat tangan yaitu ketika kedua tangan berada di sejajar kepala. Kemudian menurunkan kedua tangan dengan tanpa bacaan takbir. Oleh karena itu, shalat imam dengan pelaksanaan takbir seperti yang anda sebutkan tetap sah, sehingga anda tetap bisa meneruskan shalat berjamaah dengannya hingga selesai.
    Tuma’niah adalah berhenti sejenak pada rukun tersebut dengan ukuran subhanallah,maka apabila imam telah membaca doa i’tidal berarti dia telah tumakninah,
    Dengan demikian anda bisa meneruskan untuk berjamaah dengan imam tersebut.

  8. Akhi says:

    Terima ksh ats jwbnnya..oya sblmnya minta maaf krn msh ada pentanyaan.! Apakah stlh mengucapkan lfdz Allohu akbar itu sudah masuk dlm sholat dan ketika dlm shlt katanya gak boleh gerak smpe 3gerakan dan disini imam sudah selesai melfdzkan Allohu akbar tp tangan masih d atas. Apakah itu tdk termasuk gerakan yg sia sia dlm shlt dan masalah tumakninah dlm i’tidal ustad sy pernah bilang kalau i’tidal hrs anteng(tuma’ninah) dan kesunatannya tangan diatas perut dibawah dada dan tangan gak boleh memantul apalagi memantulnya smpe kebelakang(melewati batas badan kita) dan boleh memantul ke belakang asal tdk ke dpn lg(tangan di pantat) masalahnya tangan kanan termasuk 1grkn, kiri 1grkn jd =2 grkan dan jika tangan memantul ke blkng dan ke dpn lg di hitung 4grakan krn tangan sdh melewati batas bdn dan yg sering saya lihat adalah sprti itu. maaf ya..krn saya ingin tau mungkin ada yg membolehkan hal semacm itu secara syariat . Maturnuwun sak dereng ipun

  9. Akhi says:

    Terima ksh ats jwbnnya..oya sblmnya minta maaf krn msh ada pentanyaan.! Apakah stlh mengucapkan lfdz Allohu akbar itu sudah masuk dlm sholat dan ketika dlm shlt katanya gak boleh gerak smpe 3gerakan dan disini imam sudah selesai melfdzkan Allohu akbar tp tangan masih d atas. Apakah itu tdk termasuk gerakan yg sia sia dlm shlt dan masalah tumakninah dlm i’tidal ustad sy pernah bilang kalau i’tidal hrs anteng(tuma’ninah) dan kesunatannya tangan diatas perut dibawah dada dan tangan gak boleh memantul apalagi memantulnya smpe kebelakang(melewati batas badan kita) dan boleh memantul ke belakang asal tdk ke dpn lg(tangan di pantat) masalahnya tangan kanan termasuk 1grkn, kiri 1grkn jd =2 grkan dan jika tangan memantul ke blkng dan ke dpn lg di hitung 4grakan krn tangan sdh melewati batas bdn dan yg sering saya lihat adalah sprti itu. maaf ya..krn saya ingin tau mungkin ada yg membolehkan hal semacm itu secara syariat . Maturnuwun sak dereng ipun

  10. Akhi says:

    Terima ksh ats jwbnnya..oya sblmnya minta maaf krn msh ada pentanyaan.! Apakah stlh mengucapkan lfdz Allohu akbar itu sudah masuk dlm sholat dan ketika dlm shlt katanya gak boleh gerak smpe 3gerakan dan disini imam sudah selesai melfdzkan Allohu akbar tp tangan masih d atas. Apakah itu tdk termasuk gerakan yg sia sia dlm shlt dan masalah tumakninah dlm i’tidal ustad sy pernah bilang kalau i’tidal hrs anteng(tuma’ninah) dan kesunatannya tangan diatas perut dibawah dada dan tangan gak boleh memantul apalagi memantulnya smpe kebelakang(melewati batas badan kita) dan boleh memantul ke belakang asal tdk ke dpn lg(tangan di pantat) masalahnya tangan kanan termasuk 1grkn, kiri 1grkn jd =2 grkan dan jika tangan memantul ke blkng dan ke dpn lg di hitung 4grakan krn tangan sdh melewati batas bdn dan yg sering saya lihat adalah sprti itu. maaf ya..krn saya ingin tau mungkin ada yg membolehkan hal semacm itu secara syariat . Maturnuwun sak dereng ipun

  11. @ akhi, Tatacara takbirotul ihrom dalam kaitannya pengkombinasian antara ucapan takbir dan gerakan mengangkat kedua tangan yang paling utama adalah seperti dalam komentar di atas yaitu selesainya bacaan takbir ketika tangan berada di puncak mengangkat. Oleh karena itu, gerakan mengembalikannya ke bawah bukanlah termasuk gerakan sia-sia.
    Dalam kesunahan i’tidal yaitu setelah mengangkat kedua tangan, dengan melepaskan tangan lurus sejajar dengan anggota badan, dan bukan di sedekapkan di atas perut di bawah dada.
    Adapun permasalahan gerakan kedua tangan ketika di angkat, gerakan tangan ke belakang kembali ke depan selama bersambung maka dihitung sebagai satu gerakan. Sehingga kedua tangan yang bergerak ke belakang lalu berlanjut ke depan dihitung dua gerakan yang berarti tidak membatalkan shalat. Berbeda dengan kaki, antara kaki yang kiri dan kanan dalam melangkah sekalipun melangkah satu langkah hingga kedua kaki sejajar, maka dihitung dua gerakan.

  12. @ akhi, Tatacara takbirotul ihrom dalam kaitannya pengkombinasian antara ucapan takbir dan gerakan mengangkat kedua tangan yang paling utama adalah seperti dalam komentar di atas yaitu selesainya bacaan takbir ketika tangan berada di puncak mengangkat. Oleh karena itu, gerakan mengembalikannya ke bawah bukanlah termasuk gerakan sia-sia.
    Dalam kesunahan i’tidal yaitu setelah mengangkat kedua tangan, dengan melepaskan tangan lurus sejajar dengan anggota badan, dan bukan di sedekapkan di atas perut di bawah dada.
    Adapun permasalahan gerakan kedua tangan ketika di angkat, gerakan tangan ke belakang kembali ke depan selama bersambung maka dihitung sebagai satu gerakan. Sehingga kedua tangan yang bergerak ke belakang lalu berlanjut ke depan dihitung dua gerakan yang berarti tidak membatalkan shalat. Berbeda dengan kaki, antara kaki yang kiri dan kanan dalam melangkah sekalipun melangkah satu langkah hingga kedua kaki sejajar, maka dihitung dua gerakan.

  13. @ akhi, Tatacara takbirotul ihrom dalam kaitannya pengkombinasian antara ucapan takbir dan gerakan mengangkat kedua tangan yang paling utama adalah seperti dalam komentar di atas yaitu selesainya bacaan takbir ketika tangan berada di puncak mengangkat. Oleh karena itu, gerakan mengembalikannya ke bawah bukanlah termasuk gerakan sia-sia.
    Dalam kesunahan i’tidal yaitu setelah mengangkat kedua tangan, dengan melepaskan tangan lurus sejajar dengan anggota badan, dan bukan di sedekapkan di atas perut di bawah dada.
    Adapun permasalahan gerakan kedua tangan ketika di angkat, gerakan tangan ke belakang kembali ke depan selama bersambung maka dihitung sebagai satu gerakan. Sehingga kedua tangan yang bergerak ke belakang lalu berlanjut ke depan dihitung dua gerakan yang berarti tidak membatalkan shalat. Berbeda dengan kaki, antara kaki yang kiri dan kanan dalam melangkah sekalipun melangkah satu langkah hingga kedua kaki sejajar, maka dihitung dua gerakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>