50 Mutiara Prof. Dr. Abdulloh bin Abdul Qodir Bin Ahmad bil Faqih Al-Alawy Husainy ra

50 Butir Mutiara

Samahatul Ustadzul Imam Al-Hafidz Al-Musnid Al-Qutub Sayyiduna wa Maulana Prof. Dr. Abdulloh bin Abdul Qodir Bin Ahmad bil Faqih Al-Alawy Husainy ra.

dari Kitab Manaqib beliau bersama Ayahandanya Al-Ustadzul Imam Al-Habrul Human Al-Qutub Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad bil Faqih Al-Alawy ra, yaitu :

Asy-Syaikhain Al-Imamain

Terbitan Ponpes DARUL HADITS AL FAQIHIYYAH, Malang Jatim

  1. Islam adalah agama Da’wah, agama akal, agama moral, agama rasional, dan agama yang dapat diterima oleh semua golongan.
  1. Termasuk dari pada mencintai Rosululloh adalah mencintai hadits-hadits Rosul SAW, Ahli-ahli Hadits Rosul SAW, Istri-istri Rosul SAW, Ulama-ulama Rosul SAW, anak-cucu Rosul SAW, masjid-masjid Rosul SAW, pondok-pondok pesantren dan madrasah Islam. Inilah yang terpenting dalam memperingati Maulid Junjungan Nabi Besar Pencetus Keadilan, Pencetus Kebenaran dan Kejujuran.
  1. Segala sesuatu yang dilarang Alloh SWT membawa bahaya.
  1. Sifat seorang mukmin (sejati) tidak mungkin lupa kepada Alloh SWT walau 1 menit.
  1. Seorang yang sedang susah bila ingat kepada Alloh akan tenang, meski ia kehilangan apa yang dicintainya, bila ia ingat kepada Alloh akan tenang kembali.
  1. Sifat dari seorang mukmin di waktu malam, ketika orang lain nyenyak tidur ia berdzikir kepada Alloh SWT dengan air mata yang berlinang sesuai dengan Firman-NYA :

“Sifat dari mereka (orang-orang yang beriman) sedikit tidurnya di waktu malam”(QS Adz-Dzariat:17)

  1. Sebagai pendorong kita untuk dapatnya menerima Ridlo Alloh SWT adalah mencintai Nabi Besar Muhammad SAW yang agamanya penuh keadilan dan kebenaran.
  1. Ingat kepada Alloh SWT adalah sifat para malaikat, sifat para Nabi dan Rosul serta sifat dari hamba-hamba Alloh yang sholeh.
  1. Sebetulnya orang yang lupa kepada Alloh SWT adalah orang yang disiksa (yang mendapat azab) akhirnya hiduppun kocar-kacir mempunyai anak menjadi anak yang durhaka begitu pula mempunyai istri menjadi istri yang durhaka (sebab lupanya kepada Alloh SWT).
  1. Seorang yang berdzikir kepada Alloh dengan menangis akan mendapat Rohmat Alloh SWT dan syafa’at Rosululloh SAW.
  1. Seseorang yag mengaku adanya Alloh SWT pastilah ia rajin bertakwa.
  1. Tak ada gunanya hidup tanpa ilmu.
  1. Manusia hidup di alam dunia ini semata-mata mengemban amanah.
  1. Apabila jiwa tidak lagi berisi (Iman & Islam) maka tidak mungkin ia menang.
  1. Yang diperlukan manusia dalam mengarungi hidup adalah ketenangan batin.
  1. Dengan berdzikir kepada Alloh SWT, disitulah ditemukan ketenangan.
  1. Kepada para pemuda, beliau SAW pernah menghimbau : “Agar kalian mengadakan ikatan dengan Alloh SWT sejak dini, menggembleng jiwa serta mempelajari apa sebenarnya Islam itu.”
  1. Menjauhi Alloh SWT berarti murtad.
  1. Seorang mukmin tidak akan merasa enak bila tidak berdzikir kepada Alloh SWT.
  1. Tidaklah mudah dikatakan beriman bila tidak ada konsekwensi.
  1. Bermaksiat artinya memutuskan hubungan dengan Alloh SWT.
  1. Seorang yang mencintai alim ulama tak akan sengsara di alam dunia.
  1. Tujuan utama misalnya mengadakan peringatan wafatnya seorang besar (baik Ulama maupun Auliya’) adalah untuk dapat meneladani sepak terjang mereka.
  1. Bila do’a ingin diterima Alloh SWT maka peganglah firman Alloh SWT :

“…Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah…” (Al-Hasyr : 7)

  1. Baginda Rosululloh SAW bukan dinyatakan besar setelah dilantik menjadi Nabi dan Rosul saja, namun sebelum dilantikpun adalah orag besar.
  1. Sifat dari seorang mukmin adalah Qonith (ahli beribadah), dan penuh khusyu’.
  1. Ulama-ulama Alloh SWT dihormati oleh langit.
  1. Islam adalah agama akal sekaligus agama perjuangan.
  1. Meski Nabi Besar Muhammad SAW sebagai pemimpin nomer satu agama sekaligus pemimpin negara, namun beliau SAW enggan dengan kemewahan dan kemegahan duniawi.
  1. Beliau SAW pernah berkata dalam sebuah ceramahnya : ” Persatuan dan Kesatuan bangsa tidak akan tercapai dengan menggeloranya masalah-masalah Khilafiyyah”.
  1. Amatlah disayangkan bila masalah-masalah Khilafiyyah sampai menghilangkan Islam apalagi menghilangkan kokohnya dalam memegang “Laa Ilaha Ilalloh Muhammadar Rosululloh”.
  1. Landasan yang paling ampuh adalah iman kepada Alloh SWT dan Rosul-NYA junjungan Nabi Besar Muhammad SAW.
  1. Lahirnya Nabi Besar Muhammad SAW itu adalah nikmat yang besar.
  1. Mendalami tauhid tidak cukup hanya dengan membaca kitab-kitab risalah tauhid seperti “Aqidatul awam” atau “Al-Husunul Hamidiyah” saja namun perlu dididik seorang mursyid yang mengenal Alloh SWT.
  1. Mursyid yang pertama kali mengenal Alloh SWT adalah Rosululloh SAW.
  1. Seseorang yang benar-benar merasa Tuhan itu ada, misalnya ia sakit atau tidak sakit jelas tetap mempunyai semangat untuk beribadah, tetap berkomunikasi dengan Alloh SWT.
  1. Bila seseorang ingat akan dosa-dosanya, ingat akan kematiannya, ingat akan kala naza’ (ketika dicabut nyawanya dengan keras) maka artinya orang tersebut memperoleh rahmat.
  1. Dengan bertaubat seseorang akan mendapat ilmu yang mantap.
  1. Perumpamaan ilmu adalah bagaikan hujan lebat, diberikan Alloh SWT kepada makhluk-NYA.
  1. Yang terpenting dalam perbaikan hati adalah adanya kombinasi yang maksimal dengan ajaran, sebab yang mengajarkan adalah hidayah Nabi SAW dan yang diajar adalah umat Nabi SAW.
  1. Hidupkanlah hati-hatimu dengan mengurangi tawa dan bersihkanlah dengan lapar pastikanlah menjadi suci dan lunak (butir ini sebagaimana hadits Nabi SAW).
  1. Ilmu pada prinsipnya adalah pembuka hati, untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang harus diperhatikan oleh seluruh umat Nabi Besar Muhammad SAW.
  1. Puasa adalah pembentuk karakter yang tinggi.
  1. Seorang yang teramat jelek adalah yang mempunyai sifat melampaui batas.
  1. Diantara hikmah dari puasa antara lain mendidik orang untuk lapar, tabah, dermawan, sosial dan toleransi.
  1. Seorang mukmin sejati ditimpa apapun tetap tenang (rela).
  1. Jadilah kalian Ahlu-Nur dengan hati diisi dzikir, sholawat, dan istighfar dan selalu mengadakan komunikasi dengan Alloh SWT.
  1. Akal dapat menjadi tenang, hati dapat lunak hanya dengan cara ingat kepada Alloh SWT.
  1. Diantara tanda hati yang bersih, bila ingat kepada Alloh SWT menangis.
  1. Wali-wali adalah tempat turunnya Rahmat Alloh SWT
Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 832 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>