Ngaji Bid’ah Dari Ulama’ Salaf

MADZHAB HANBALI

 

  1. Imam Abul Fath al Ba`li

Syeikh Syamsuddin Muhammad bin Abil Fath al Ba’li al Hambali berkata di dalam kitabnya al Mathla` `Ala Abwabil Muqni dalam bab Talak :

“وَاْلبِدْعَةُ مِمَّا عُمِلَ عَلَى غيْرِ مِثَالٍ سَابِقٍ، وَاْلبِدْعَةُ بِدْعَتَانِ: بِدْعَةُ هُدًى وَبِدْعَةُ ضَلاَلَةٍ، وَاْلبِدْعَةُ مُنْقَسِمَةٌ بِانْقِسَامِ أَحْكَامِ التَّكْلِيفِ اْلخَمْسَةِ”اهـ.

Bid’ah adalah termasuk perkara yang diamalkan tanpa contoh sebelumnya. Bid’ah ada dua, bid’ah petunjuk dan bid’ah sesat. Dan bid’ah terbagi sesuai pembagian hukum taklif yang lima. (al Mathla Ala Abwabil Muqni` hal 334)

 

  1. Al Hafidz Ibnu Rajab al Hanbali

Dalam Jamiul ulum wal Hikam juz 1 hal 266 menyebutkan:

“قَوْلُهُ: (وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ اْلأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ(تَحْذِيٌر لِلْأُمَّةِ مِن اتِّبَاعِ اْلأُمُورِ الْمُحْدَثَةِ الْمُبْتَدَعَةِ وَأَكَّدَ ذلِكَ بِقَوْلِهِ كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَالْمُرَادُ بِاْلبِدْعَةِ مَا أُحْدِثَ مِمَّا لاَ أَصْلَ لَهُ فِي الشَّرِيعَةِ يَدُلُّ عَلَيْهِ وَأَمَّا مَا كَانَ لَهُ أَصْلٌ مِنَ الشَّرْعِ يَدُلُّ عَلَيْهِ فَلَيْس بِبِدْعَةٍ شَرْعًا وَإِنْ كَانَ بِدْعَةً لُغَةً

Adapun sabda Nabi SAW: “Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru karena setiap bid’ah adalah sesat.” Ini adalah peringatan kepada umat dari mengikuti perkara-perkara bid’ah dan ditekankan lagi dengan ucapan setiap bid’ah adalah sesat. Yang dimaksud dengan bid’ah adalah apa yang dibuat tanpa memiliki asal dari syariat yang menunjukkan kepadanya. Adapun hal baru yang dibuat namun memiliki asal dari syariat maka ia tidak dinamakan bid’ah secara syariat walaupun itu disebut bid’ah secara bahasa.

 

  1. Syaikh Mur`iy al Karmi al Maqdisi

Syaikh Mur`iy al Karmi, seorang ulama Hanabilah yang terkenal di masanya mengatakan dalam kitabnya:

كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ :هذَا اْلكَلاَمُ لَيْسَ عَلى إِطْلَاقِهِ ، بَلْ قَيَّدَهُ اْلعُلَمَاءُ . قاَلَ ابْنُ عَبْدِ السَّلاَمِ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى : تَنْقَسِمُ اِلَى وَاجِبَةٍ، وَمُحَرَّمَةٍ، وَمَنْدُوْبَةٍ، وَمَكْرُوْهَةٍ، وَمُبَاحَةٍ

Setiap bid’ah itu sesat, ucapan ini tidak diartikan secara mutlak. Namun dibatasi oleh ulama. Berkata Ibnu Abdis Salam ra “Bid’ah terbagi kepada yang wajib, haram, sunah, makruh dan Mubah.” ( Tahqiqil  Burhan hal 141)

 

Sebarkan Kebaikan Sekarang

Pages:

loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 839 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>