JANGAN NODAI IDUL FITRI-MU

JANGAN NODAI IDUL FITRI-MU !

Diantara tradisi kita di hari raya idul fitri adalah saling memaafkan, saling berjabat tangan, saling tukar menukar halal atau yang lebih kita kenal dengan halal bi halal

Akan tetapi momen saling memaafkan tersebut jangan kita nodai dengan perbuatan dosa bersalaman dengan lawan jenis yang bukan mahromnya.

, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni )

Kenali mahrom anda…

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا (23)

Satu ayat penuh Al-Qur’an menjelaskan hubungan laki perempuan yang diperbolehkan dan yang diharamkan.

Istilah MAHROM adalah istilah untuk laki perempuan yang tidak boleh saling menikah. Contoh: ibu mahrom dengan anaknya. Artinya, ibu tidak boleh menikahi anaknya dan sebaliknya.

Karena tidak boleh dinikahi maka boleh duduk berdua dengannya, boleh bersalaman dan boleh saling melihat wajah dan bagian-bagian lain selain aurat. Hal ini karena mereka bukan tempatnya syahwat, sehingga tidak ada kekhawatiran maksiat (zina dan yang mendekatinya) bila kita berdua dengannya ato memegang tangannya.

Adapun orang yang BUKAN MAHROM (boleh dinikahi) haram kita BERSALAMAN dengan mereka, duduk berdua dengan mereka, bahkan melihat wajah mereka (kecuali ada hajat seperti jual beli). Hal ini karena mereka adalah tempat syahwat, sehingga dikhawatirkan akan terjadi maksiat yang lebih berat jika kita berdua dengan mereka atau memegang tangan mereka.

Dalam ayat di atas Allah SWT menyebutkan satu persatu orang-orang yang tidak boleh dinikahi.

MAHROM UNTUK LAKI-LAKI:

 IBU.

 ANAK PEREMPUAN DAN CUCU PEREMPUAN.

 SAUDARAH PEREMPUAN.

 BIBI SAUDARI AYAH.

 BIBI SAUDARI IBU.

 ANAK PEREMPUAN SAUDARA LAKI-LAKI.

 ANAK PEREMPUAN SAUDARA PEREMPUAN.

 IBU MERTUA.

 MENANTU PEREMPUAN.

 ISTRI AYAH (IBU TIRI).

 ANAK TIRI PEREMPUAN BILA SUDAH MENYETUBUHI IBUNYA.

 IBU SEPERSUSUAN.

 ANAK PEREMPUAN SEPERSUSUAN.

 Dan semua dari no.1. sampai no.11. bila dari sepersusuan.

MAHROM UNTUK PEREMPUAN.

 BAPAK.

 ANAK LAKI-LAKI DAN CUCU LAKI-LAKI.

 SAUDARA LAKI-LAKI.

 PAMAN DARI AYAH.

 PAMAN DARI IBU.

 ANAK LAKI-LAKI SAUDARA LAKI-LAKI.

 ANAK LAKI-LAKI SAUDARA PEREMPUAN.

 MERTUA LAKI-LAKI.

 MENANTU LAKI-LAKI.

 ANAK TIRI LAKI-LAKI.

 SUAMI IBU (AYAH TIRI) BILA SUDAH MENYETUBUHI IBUNYA.

 BAPAK SEPERSUSUAN.

 ANAK LAKI-LAKI SEPERSUSUAN.

 Dan semua dari no.1. sampai no.11. bila dari sepersusuan.

ANGGAPAN-ANGGAPAN SALAH.

Sering kali kita melihat orang salah faham dalam memahami mahrom.

 ANAK ASUH (ANAK ANGKAT) dianggap mahrom karena sudah diasuh mulai kecil. Hal ini salah karena tidak termasuk dari yang telah disebutkan oleh Al-Qur’an. Kecuali jika disusui hingga 5 kali susuan maka otomatis menjadi anak sepersusuan.

 IPAR dianggap mahrom karena tidak bisa dinikahi gabung bersama istri. Memang tidak bisa dinikahi secara bersamaan, tapi jika istrinya meninggal atau cerai ia bisa menikah dengan IPAR.

 ISTRI PAMAN juga dianggap mahrom padalah tidak.

 SUAMI BIBI sama seperti istri paman. Oleh karena itu harus berhati-hati.

 BIBI ISTRI atau saudara mertua. 

 PAMAN SUAMI atau saudara mertua.

 IBU TIRI ISTRI alias istri mertua.

 AYAH TIRI SUAMI alias suami mertua.

 NENEK TIRI atau KAKEK TIRI dari istri atau suami.

 

Bersalaman dengan perempuan atau laki-laki yang sudah berusia lanjut karena sudah dianggap nenek atau kakeknya sendiri Ini juga tidak boleh, karena bukan mahrom,

 Dan Masih banyak contoh yang lain

Intinya jika kita bisa menjaga hubungan dengan mereka yang BUKAN MAHROM kita, tanpa harus mengurangi batas kesopanan, tanpa harus memutus hubungan silaturrahmi. insyaAllah kita akan bisa merasakan manisnya iman. Amin.

Wallahu a’lam.

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz Ja'fu Al Haddar

Ustadz Ja'fu Al Haddar has written 38 articles

Pendidikan : thn 2004-2006 di darullugho waddakwah raci pasuruan yang diiasuh hb.zainal abidin bin hasan baharun, dan thn 2006-2011 di sunniyah salafiyah pasuruan yang diasuh hb.taufiq bin abdul kadir assegaf, lulus jurusan lugho.

Kegiatan : pengajar tetap di pondok sunniyah salafiyah, menjadi ketua bidang sarana dan prasarana yayasan sunniyah salafiyah, pengajian rutin tiap malam minggu di masjid segaf pasuruan, tiap malam rabu d salah satu desa dikota pasuruan winongan, tiap bulan pengisi pengajian dimajlis manaqiban syech abdul kadir al-jailani.

Comments

comments

One thought on “JANGAN NODAI IDUL FITRI-MU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>