Ahli Hadis ini Berhati Hati terhadap Hadis

Ahli Hadis Pun Berhati-hati Terhadap Hadis

Menurut Imam Ibnu Hajar Al Haitami dikarenakan dalam hadis ada banyak ilmu yang harus diperhatikan, mulai hadis umum, khusus, yang dinasakh (dihapus hukumnya), yang perlu ditakwil maknanya, dan sebagainya. Maka keluarlah sebuah kalimat:

ﻗاﻝ اﺑﻦ ﻭﻫﺐ: اﻟﺤﺪﻳﺚ ﻣﻀﻠﺔ ﺇﻻ ﻟﻠﻌﻠﻤﺎء. ﻭﻟﻮﻻ ﻣﺎﻟﻚ ﻭاﻟﻠﻴﺚ ﻟﻀﻠﻠﻨﺎ

Abdullah bin Wahb (lahir 125 H) berkata: “Hadis itu dapat menyesatkan kecuali bagi para ulama. Andaikata tidak ada Malik dan Laits maka kami tersesat” (Qadli Iyadl, Tartibul Madarik 1/91)

Wajar saja hadis berpotensi menyesatkan bagi orang bodoh. Tapi bodohkah Abdullah bin Wahb ini? Siapa dia? Berikut sedikit biografi beliau tentang hadis yang diberi penilaian oleh para ahli hadis:

وقال أبو زرعة : نظرت في نحو من ثلاثين ألف حديث لابن وهب ، ولا أعلم أني رأيت له حديثا لا أصل له ، وهو ثقة

Abu Zur’ah berkata: Kulihat sekitar 30.000 hadis milik Ibnu Wahb ini, tidak kutemukan hadis yang palsu. Ia perawi yang terpercaya (Al Hafizh Adz-Dzahabi, Siyar A’lam an Nubala 8/14)

Ternyata ahli hadis tidak sembrono dalam memahami dan mengamalkan isi hadis. Mereka masih mengikuti kepada ulama ahli fikih, seperti Imam Malik, guru dari Imam Syafi’i, imam kita.

 

By: Hb. Muhammad Al Habsyi

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 833 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>