Wahabi Lokal VS Wahabi Interlokal : Hukum Membuat Redaksi Solawat

debat

Wahabi Lokal :

Sholawat yang redaksinya tidak berasal dari Nabi, maka sholawat tersebut Sholawat Bidah yang sesat

Wahabi Interlokal

Dalam muqodimah kitab Al-Khuthob Al-Mimbariyah , Muhammad Bin Abdul Wahhab (Pengasas Wahhabi) menulis sholawat dengan redaksi sebagai berikut:


ﺍ ﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪﻙ ﻭﺭﺳﻮﻟﻚ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻫﻢ ﺑﻬﺪﻳﻪ ﻣﺴﺘﻤﺴﻜﻮﻥ، ﻭﺳﻠﻢ ﺗﺴﻠﻴﻤﺎ ﻛﺜﻴﺮﺍ .

Dalam muqodimah kitab Syarah Manzhumah Al-Qowa’id Wal Ushul, Utsaimin menulis sholawat dengan redaksi sebagai berikut:


ﻓﺼﻠﻮﺍﺕ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺳﻼﻣﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻭﻣﻦ ﺗﺒﻌﻬﻢ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺪﻳﻦ .

Dalam muqodimah kitab Ahkamun Nisa’, Al-bani menulis sholawat dengan redaksi sebagai berikut:

ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺃﺭﺳﻠﻪ ﻫﺎﺩﻳًﺎ , ﻭﺑﺸﻴﺮًﺍ , ﻭﻧﺬﻳﺮًﺍ

Dalam redaksi sholawat yang diulis oleh Muhammad Bin Abdul Wahhab terdapat kalimat.. “Hum bihadihi mustamsikun”. Dalam redaksi sholawat yang tulis oleh Utsaimin terdapat kalimat “waman tabi’ahum bi ihsan ila yaumiddin.” Dalam redaksi sholawat yang tulis oleh Al-bani terdapat kalimat “man arsalahu hadiyan, basyiron wa nadziro.”

Apakah Rosululloh SAW pernah mengajarkan sholawat yang didalamnya terdapat kalimat-kalimat tersebut? Jawabannya adalah Tidak… Tidak… dan Tidak… Kalimat-kalimat tersebut adalah bid’ah ciptaan ulama wahhabi.

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz M. Hasan Hasbullah

Ustadz M. Hasan Hasbullah has written 78 articles

pelayan ilmu asli keturunan madura yang lahir di jakarta tahun 1985,punya nama asli Muntahal A'la pernah menimba ilmu di pon-pes Al-Fatah temboro,karas magetan pimpinan K.H.Uzairon Thaifur Abdillah th.1997-2006 lalu melanjutkan kembali ke ma'had 'aly Az-Zein kp.pulekan ciampea Bogor pimpinan As-Syeikh Muhammad nuruddin Marbu Al-banjary Al-Makky th.2006-2010.

Comments

comments

One thought on “Wahabi Lokal VS Wahabi Interlokal : Hukum Membuat Redaksi Solawat

  1. Ali Nuri says:

    Sudah sama-sama kita ketahui, dikalangan salafy sendiri ada ketidaksepakatan-ketidaksepakatan dalam banyak hal, baik antara salafy lokal dgn lokal, salafy lokal – luarnegeri, salafy luarnegeri-luarnegeri. Yang dalam ketidaksepakatan itu antar mereka pun seringkali berkomentar lugas/pedas/tegas (sudah sama2 kita saksikan). Jadi saran saya, bagi para pihak yg diberi komentar pedas oleh salafy, cobalah berusaha tenang–jangan terlalu sensitif — jangan spt org kebakaran jenggot, krn berkata lugas/pedas/tegas itu sudah menjadi pilihan mereka sekalipun pada kalangan sendiri. Tetaplah berpegang teguh pada dalil dan pendapat yg kita yakini kebenarannya. Jadi yang penting adalah dalam amal-amal kita selalu lah berpijak pada landasan yang kuat [menurut kita :), ga tahu kalau menurut org lain]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>