Forsan Salaf has written 242 articles

Forsan Salaf adalah situs yang dikelola Yayasan Sunniyah Salafiyah. Memuat bahasan-bahasan ilmiah yang mendalam dan bisa dipertanggungjawabkan. Seluruh isi telah disaring dan dikaji ulang oleh sebuah tim yang berada di bawah pengawasan Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf.

Comments

comments

11 thoughts on “Nadzar Dan Pelanggarannya

  1. haidar says:

    Afwan Ustadz Klo sebab Nadzarnya maksiat gmn? semisal kalo saya minum khomr saya akan puasa 3 hari b’trut2 ?

  2. forsan salaf says:

    @ haidar, Jika hanya sebabnya saja yang berupa kemaksiatan (seperti yang anda contohkan) dan dia bernazdar karena ingin meninggalkan kemaksiatannya, maka tergolong nadzar LAJAJ.

  3. jatmiko says:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Saya pernah bernazar,sudah sekitar 5 tahun yang lalu sehingga saya lupa apa yang saya nazarkan ( kalau nggak salah puasa 7 hari berturut-turut), karena kurang pengetahuaan saya tetang bernazar, maka nazar tersebut belum pernah saya kerjakan, saya harus bagaimana ?

  4. forsan salaf says:

    @ jatmiko, wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Apabila nadzar anda yaitu puasa selama tujuh hari berturut-turut dengan menentukan waktu tertentu, misalkan di bulan Muharram ini, maka dilihat apakah termasuk nadzar tabarrur sehingga harus melaksanakan puasa yang dinadzari, ataukah nadzar lajaj sehingga harus memilih antara melakukan puasa yang dinadzari atau membayar kaffaroh.
    Adapun jika tanpa menentukan waktunya, seperti hanya bernadzar puasa tujuh hari berturut-turut tanpa menyebutkan bulan tertentu, maka wajib baginya untuk memenuhi nadzarnya dengan melakukan puasa tujuh hari berturut-turut.

  5. noval says:

    Ass. Wr. Wb. Ust, ana bernadzar spt ini: “jika ana berhasil membeli rumah sendiri, ana akan membaca surah yasin sebnyak 70 kali secara berturut2”. Alhamdulillah skrg ana sdh bs membeli rmh dan sdh mencoba mengerjakan nadzar tsb, tp baru sanggup sebanyak 20 kali berturut2. Menurut ust apakh nadzar sy termasuk lajaj atau tabarrur? Apakah sudah terhitung membayar nadzar jika ana meneruskan bacaan ana dengan 50 kali lagi (meneruskan yg 20) atau diulang lg dr awal. Jazaakallah khairan katsiran..

  6. forsan salaf says:

    @ noval, wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Nadzar anda termasuk nadzar tabarrur, karena digantungkan dengan perkara yang anda harapkan.
    Jika yang anda maksudkan dengan kata “berturut-turut” adalah kesanggupan diri untuk mengerjakannya tanpa terputus, maka wajib untuk mengerjakannya secara berturut-turut dan tidak boleh diputus kecuali untuk suatu kebutuhan yang mendesak seperti shalat, makan,dan lain-lain. Namun jika yang anda maksudkan adalah niatan dalam hati saja untuk mengerjakannya tanpa terputus tanpa ada kesanggupan diri, maka anda boleh mengerjakannya secara terutus, sehingga anda bisa menyempurnakannya menjadi 70 kali tanpa harus mengulangi dari awal.

  7. yasmin almajidah says:

    Assalamu’alaikum, ‘afwan ana ingin menanyakan, jk seorang istri yg sblmnya mengenyam pend.dokter/perawat/bidan,bgmn bila bekerja?dan apabila tdk dperbolehkn bkerja d luar rumah,bgmn dg ilmu yg tlh dtempuhnya brkaitan dg pend.yg ana sbtkan d atas? Jazakumulloh khoiron

  8. ana says:

    assalamu’alaikum,gini saya pernah baca artikel yg ada kaitannya dg nadzar,katanya tidak boleh bernadzar untuk hal2 yg yg berkaitan dg ibadah yg hukumnya wajib(rukun islam),mohon pnjelasannya

  9. forsan salaf says:

    @ ana, wa’alaikum salam Wr. wb.
    sebagaimana penjelasan dalam artikel di atas, bahwasanya nadzar hanya sah pada perbuatan yang berupa ibadah yang sunnah atau fardhu kifayah. Adapun fardhu ‘ain seperti shalat lima waktu, maka tidak sah. Hal ini dikarenakan ibadah Fardhu ‘ain sudah menjadi hukum wajib dengan ketetapan langsung dari syari’at, sehingga tidak ada fungsinya lagi dalam memberikan hukum wajib dengan nadzar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>