Forsan Salaf has written 242 articles

Forsan Salaf adalah situs yang dikelola Yayasan Sunniyah Salafiyah. Memuat bahasan-bahasan ilmiah yang mendalam dan bisa dipertanggungjawabkan. Seluruh isi telah disaring dan dikaji ulang oleh sebuah tim yang berada di bawah pengawasan Habib Taufik bin Abdulkadir Assegaf.

Comments

comments

26 thoughts on “Menggabung Niat Puasa

  1. ABUABU says:

    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
    BAGAIMANA DENGAN MENGGABUNG NIAT SHOLAT SUNNAH YANG 1 DENGAN YANG LAINNYA, MISAL SUNNAH QOBLIAH DENGAN SUNNAH WUDHU DENGAN SUNNAH HAJAT DENGAN ISTIKHAROH MENJADI SATU NIAT 2 ROKAAT….KARENA SAYA PERNAH MENDENGAR DARI SATU USTADZ YANG MEMPERBOLEHKAN INI. TERIMA KASIH

  2. ABUABU says:

    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
    BAGAIMANA DENGAN MENGGABUNG NIAT SHOLAT SUNNAH YANG 1 DENGAN YANG LAINNYA, MISAL SUNNAH QOBLIAH DENGAN SUNNAH WUDHU DENGAN SUNNAH HAJAT DENGAN ISTIKHAROH MENJADI SATU NIAT 2 ROKAAT….KARENA SAYA PERNAH MENDENGAR DARI SATU USTADZ YANG MEMPERBOLEHKAN INI. TERIMA KASIH

  3. forsan salaf says:

    dalam shalat sunnah ada yang maqsudah dan ada yang ghoiru maqsudah. Adapun yang ghoiru maqsudah seperti shalat setelah wudhu’, takhiyatul masjid, shalat hajat, shalat akan bepergian atau pulang dari bepergian, maka boleh dikumpulkan antara yang satu dengan yang lain. Adapun shalat yang maqsudah seperti shalat dhuha, shalat witir, tarawi atau rawatib, maka tidak boleh dikumpulkan antara yang satu dengan yang lainnya seperti mengumpulkan antara shalat dhuha dan rawatib, maka tidak sah.
    Adapun jika mengumpilkan antara maqsudah dan ghoiru maqsudah, maka jika dengan satu maqsudah seperti mengumpulkan shalat dhuha dan takhiyatul masjid, maka sah dan mendapatkan pahala keduanya.

  4. forsan salaf says:

    dalam shalat sunnah ada yang maqsudah dan ada yang ghoiru maqsudah. Adapun yang ghoiru maqsudah seperti shalat setelah wudhu’, takhiyatul masjid, shalat hajat, shalat akan bepergian atau pulang dari bepergian, maka boleh dikumpulkan antara yang satu dengan yang lain. Adapun shalat yang maqsudah seperti shalat dhuha, shalat witir, tarawi atau rawatib, maka tidak boleh dikumpulkan antara yang satu dengan yang lainnya seperti mengumpulkan antara shalat dhuha dan rawatib, maka tidak sah.
    Adapun jika mengumpilkan antara maqsudah dan ghoiru maqsudah, maka jika dengan satu maqsudah seperti mengumpulkan shalat dhuha dan takhiyatul masjid, maka sah dan mendapatkan pahala keduanya.

  5. ABUABU says:

    Beribu terima kasih atas jawabanya, semoga Alloh memberikan balasan yang sebaik baiknya balasan……maaf untuk pertanyaan saya masalah zakat masih belum terjawab….terma kasih.

  6. ABUABU says:

    Beribu terima kasih atas jawabanya, semoga Alloh memberikan balasan yang sebaik baiknya balasan……maaf untuk pertanyaan saya masalah zakat masih belum terjawab….terma kasih.

  7. forsan salaf says:

    @ 4ditya92, niat tidak disyaratkan harus berbahasa arab, yang terpenting ada satu ketetapan ahati/itikad untuk melaksanakan puasa arofah sudah mencukupi untuk niat.
    Adapun jika anda menginginkan yang berbahasa arab, maka niatnya sebagai berikut :
    نويت صوم يوم عرفة سنة لله تعالى
    ” saya niat berpuasa sunnah hari arofah karena Allah ta’ala”

    selamat melakukan puasa, mudah2an diterima oleh Allah SWT.. Amin….

  8. forsan salaf says:

    @ 4ditya92, niat tidak disyaratkan harus berbahasa arab, yang terpenting ada satu ketetapan ahati/itikad untuk melaksanakan puasa arofah sudah mencukupi untuk niat.
    Adapun jika anda menginginkan yang berbahasa arab, maka niatnya sebagai berikut :
    نويت صوم يوم عرفة سنة لله تعالى
    ” saya niat berpuasa sunnah hari arofah karena Allah ta’ala”

    selamat melakukan puasa, mudah2an diterima oleh Allah SWT.. Amin….

  9. fiya says:

    Asslamualaikum,mohon sebelumnya.saya mau tanya bagaimana cara menggabungkan niat puasa enam dgn puasa seninkamis dan qodaan puasa wajib.mohon informasinya.tks wasalam

  10. fiya says:

    Asslamualaikum,mohon sebelumnya.saya mau tanya bagaimana cara menggabungkan niat puasa enam dgn puasa seninkamis dan qodaan puasa wajib.mohon informasinya.tks wasalam

  11. forsan salaf says:

    @ fiya, wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Cara menggabung niat puasa jika salah satunya puasa wajib, maka diwajibkan tabyit niat (berniat di malam hari) puasa wajibnya dan bisa menggabungkan niat puasa sunnahnya sebelum tergelincirnya matahari.

  12. forsan salaf says:

    @ fiya, wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Cara menggabung niat puasa jika salah satunya puasa wajib, maka diwajibkan tabyit niat (berniat di malam hari) puasa wajibnya dan bisa menggabungkan niat puasa sunnahnya sebelum tergelincirnya matahari.

  13. yudi says:

    assalamu’alaikum..
    Apakah sholat atau puasa yang di gabung mempunyai batasan maksimal?
    (misalnya, tidak diperbolehkan lebih dari 2 sholat atau 2 puasa).

  14. yudi says:

    assalamu’alaikum..
    Apakah sholat atau puasa yang di gabung mempunyai batasan maksimal?
    (misalnya, tidak diperbolehkan lebih dari 2 sholat atau 2 puasa).

  15. Fitri says:

    assalammualaikum,wr.wb..

    saya mau tanya puasa arafah dilakukan setiap tanggal 9 dzulhijah…
    kira² tgl brp d bln november 2010.
    thnx.

    wasallam…

  16. Fitri says:

    assalammualaikum,wr.wb..

    saya mau tanya puasa arafah dilakukan setiap tanggal 9 dzulhijah…
    kira² tgl brp d bln november 2010.
    thnx.

    wasallam…

  17. forsan salaf says:

    @ fitri, wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Menurut penanggalan yang mendasrkan pada hasl perhitungan ahli hisab adalah bertepatan dengan hari Senin tanggal 15 November 2010. Namun tetap harus menunggu hasil rukyah masuknya bulan Dzulhijjah yang menjadi dasar utama dalam penentuan bulan-bulan Islam.

  18. forsan salaf says:

    @ fitri, wa’alaikum salam Wr. Wb.
    Menurut penanggalan yang mendasrkan pada hasl perhitungan ahli hisab adalah bertepatan dengan hari Senin tanggal 15 November 2010. Namun tetap harus menunggu hasil rukyah masuknya bulan Dzulhijjah yang menjadi dasar utama dalam penentuan bulan-bulan Islam.

Tinggalkan Balasan