Hukum Memotong Kuku dan Rambut Bagi Orang Yang Akan Berqurban

Hukum Memotong Kuku Bagu yang Berqurban

Hukum Memotong Kuku dan Rambut Bagi Orang Yang Akan Berqurban

Berikut Pendapat Ahli Hadits Terkemuka, Seorang Huffadz, dan ‘Allamah, yaitu Syekh Imam Nawawi, Pengarang Kitab Hadits Riyadus Shalihin, dan Hadits Arba’in Nawawi. Beliau menjelaskan dalam Syarah Muslim makna dan pemahaman hadits diatas sbb:

الحاشية رقم: 1
قوله صلى الله عليه وسلم :

( إذا دخلت العشر وأراد أحدكم أن يضحي فلا يمس من شعره وبشره شيئا ) وفي رواية : ( فلا يأخذن شعرا ولا يقلمن ظفرا ).

?واختلف العلماء فيمن دخلت عليه عشر ذي الحجة وأراد أن يضحي ، فقال سعيد بن المسيب ، وربيعة ، وأحمد ، وإسحاق ، وداود وبعض أصحاب الشافعي : إنه يحرم عليه أخذ شيء من شعره وأظفاره حتى يضحي في وقت الأضحية ، وقال الشافعي وأصحابه :? هو مكروه كراهة تنزيه ?وليس بحرام ، وقال أبو حنيفة : ?لا يكره ، وقال مالك في رواية : ?لا يكره ، وفي رواية : يكره ، وفي رواية : يحرم في التطوع دون الواجب ، واحتج من حرم بهذه الأحاديث ، واحتج الشافعي والآخرون بحديث عائشة – رضي الله عنها – ” قالت :

كنت أفتل قلائد هدي رسول الله صلى الله عليه وسلم ثم يقلده ، ويبعث به ولا يحرم عليه شيء أحله الله حتى ينحر هديه ” رواه البخاري ومسلم .

قال الشافعي : البعث بالهدي أكثر من إرادة التضحية ، فدل على أنه ? لا يحرم ذلك وحمل أحاديث النهي ? على كراهة التنزيه .

قال أصحابنا : والمراد بالنهي عن أخذ الظفر والشعر النهي عن إزالة الظفر بقلم أو كسر أو غيره ، والمنع من إزالة الشعر بحلق أو تقصير أو نتف أو إحراق أو أخذه بنورة أو غير ذلك ، وسواء شعر الإبط والشارب [ ص: 120 ] والعانة والرأس ، وغير ذلك من شعور بدنه ، قال إبراهيم المروزي وغيره من أصحابنا : حكم أجزاء البدن كلها حكم الشعر والظفر ، ودليله الرواية السابقة : ( فلا يمس من شعره وبشره شيئا ) قال أصحابنا : والحكمة في النهي أن يبقى كامل الأجزاء ليعتق من النار ، وقيل : التشبه بالمحرم ، قال أصحابنا : هذا غلط ؛ لأنه لا يعتزل النساء ولا يترك الطيب واللباس وغير ذلك مما يتركه المحرم .

Artinya : “ Sabda Rasulullah SAW:” “Jika (Salah seorang) telah masuk sepuluh (Dzul Hijjah), sedangkan ia memiliki hewan kurban yang hendak dikurbankan, maka jangan sekali-kali ia mencukur rambut atau memotong kuku.” Dan dalam satu riwayat :” hendaknya ia tidak mencukur rambut dan tidak memotong kuku terlebih dahulu.”

Pendapat Ulama

Dalam hal ini, para Ulama berbeda pendapat tentang orang yang memasuki tanggal 10 bulan Dzulhijjah dan ingin berkurban.

Sa’id bin Musayyab , Rabi’ah, Ahmad, Ishaq, Daud dan sebagian kecil dari sahabat-sahabat Imam Syafi’I berpendapat : Hukumnya Haram memotong sesuatu dari rambut dan kukunya sehingga datang waktu berkurban.

•) Imam As Syafi’I sendiri dan mayoritas Sahabat2nya berpendapat hal itu hukumnya dimakruhkan dengan makruh tanjih tidak sampai pada batas hukum haram.
•) Abu Hanifah berpendapat tidak makruh.
•)mam Malik dalam salah satu riwayat berpendapat tidak makruh. Tetapi dalam riwayat lain berpendapat makruh. Dan dalam salah satu riwayat lain berpendapat haram namun dalam hal Qurban sunnah dan tidak haram dalam qurban wajib.

Imam As Syafi’I dan yang lainnya berargumentasi dengan Hadis ‘Aisyah RA beliau berkata : Aisyah radliallahu ‘anha berkata:

“Aku mengikatkan tali pada hewan qurban Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengikatnya kembali dengan tangan Beliau lalu mengirimnya . Maka sejak itu tidak ada yang diharamkan lagi bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari apa-apa yang Allah halalkan hingga hewan qurban disembelih” diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

As Syafi’I berkata : Mengirim hewan Qurban lebih banyak dari pada ingin berqurban, maka ini menunjukan bahwa hal itu tidak diharamkan dan hadis-hadis tentang larangan diatas itu membawa pengertian hukum makruh tanzih.

Sahabat-sahabat kami ( As Syafi’i) berkata : Yang dikehendaki dengan larangan mengambil kuku dan rambut yaitu larangan memotong kuku atau membelah atau dengan cara lainyya, dan larangan menghilangkan rambut adalah menghilangkan rambut dengan cara cukur, memotong, mencabut, membakar, mengambilnya dengan kapur atau dengan cara yang lainnya. Apakah itu rambut ketiak, jenggot, Rambut kemaluan, Kepala dan rambut-rambut lain yang terdapat di badan.”

Sahabat-sahabat kami, Ibrahim Al Marjawi dan yang lainnya berkata : hukum seluruh angota badan adalah hukumnya rambut dan kuku, dan dalilnya adalah riwayat diatas : “ lalu hendaknya ia tidak menyentuhkan sesuatupun akan rambut dan kulit.”

Sahabat-sahabat dari kalangan Madzhab Syafii berkata : “hikmah dalam larangan itu adalah supaya semua anggota badan tetap dibebaskan dari Neraka, dan ada yg mengatakan :
“ karena serupa dengan orang yang sedang ihram.”

Tapi pendapat terakhir ini salah (karena orang yang berkurban) tidak perlu menghindari istri, tidak perlu meninggalkan wewangian, pakaian dan yang lainnya berupa larangan-larangan ihram.”

Sumber:
Imam Nawawi, Syarah Shahih Muslim, Juz 7, Daarul Kutub, Bab Udhiyyah.
Dari Ust. Massalam Sidogiri

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz Ma'ruf Khozin

Ustadz Ma'ruf Khozin has written 46 articles

Dulu bekerja di PCNU Surabaya
Dulu bersekolah di PP Alfalah Ploso Kediri
NaraSumber Hujjah Aswaja tv9 (Surabaya)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>