Hukum Budidaya Kodok

Budidaya kodok akhir –akhir ini prospeknya cukup bagus. Sehingga di kalangan muslim sendiri tidak sedikit yang ikut-ikutan budi daya kodok. Kami pernah menanyakan dalam lailatul ijtima’ (dalam acara bahstu masail) dan jawabanya dinyatakan haram, hanya saja dasar dalilnya masih ditangguhkan.

Kalau memang di haramkan mohaon penjelasannya juga dasar dalilnya. Bila ada yang kurang benar mohon di benarkan, terima kasih.

Jawaban:

Menurut pendapat mazhab yang benar dan didukung oleh pendapat jumhur ulama’ (sebagian besar ulama’) , kodok itu hukumnya haram dimakan dagingnya. Setiap makana yang haram dimakan haram pula dijual dan uangnya hasil penjualanya haram.

Dasar pengambilan Kitab Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzab juz 9 halaman 32:

اَلضَّرْبُ الثَّا نِى مَايَعِيْشُ فِى اْلمَاءِ وَفِى اْلبَرِّ اَيْضًا… اِلَى اَنْ قَالَ: وَعَدَّ الشَيْخُ أَبُوْ حَامِدٍ وَاِمَامُ الْحَرَمَيْنِ فِى هَذَا الَضَّرْبِا اَلضِّفْدَعَ وَالسَّرْطَانَ وَهُمَا مُحَرَّمَانِ عَلَى اْلمَذْ هَبِ اَلصَّحِيْحِ الْمَنْصُوْصِ وَبِهِ قَطَعَ اْلجُمْهُوْرُ. وَفِيْهَاقَوْلٌ ضَعِيْفٌ اَنَّهُمَا حَلاَلٌ.

Macam yang kedua dari binatang yang haram di makan dagingnya adalah binatang yang hidup di air dan juga yang hidup di darat… sampai pada ucapan mushanif: Asy syeikh Abu hamid dan Imam Haramaini menghitung katak dan kepiting dalam macam ini menurut mazhab yang benar yang telah di tetapkan, dan jumhur ulama’ telah memutuskan pendapat ini. Dalam pendapat-pendapat yang mengenai hal ini ada pendapat yang lemah mengatakan kodok dan kepiting itu hukumnya halal .

Sumber : Koleksi Bahtsul Masail yang dimiliki oleh KH. A. Masduqi Machfudh, termasuk arsip Kolom Bahtsul Masail dari majalah PWNU Jawa Timur Aula, Bahtsul Masail Wilayah (PWNU) Jawa Timur, dan Bahtsul Masail pada muktamar maupun pra-muktamar NU.

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Bahtsul Masail

Bahtsul Masail has written 152 articles

Lembaga Bahtsul Masail atau disingkat LBM adalah sebuah lembaga yang berkecimpung pada pembahasan masalah-masalah kekinian yang berkembang di Masyarakat dengan berpedoman pada Al Quran dan Al Hadits dan Kutub at Turats para mujtahid terdahulu.

Dalam kategori ini terdapat dua macam hasil musyawarah bahtsul masail yaitu
Hasil Bahtsul Masail yang diselenggarakan oleh LBM NU dan Hasil Bahtsul Masail yang diselenggarakan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Se Jawa Madura atau disingkat FMPP. Kedua lembaga ini masing-masing berdiri secara otonom dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan karena telah melalui pembahasan yang matang.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>