Jika Nabi Muhammad Adalah Rahmatan Lil’alamin, Kenapa ada Perang?

Allah swt di dalam firmannya menyifati Nabi Muhammad saw dengan Rahmat lil-alamiin

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Lalu muncul pertanyaan, kenapa Nabi Muhamma saw mengangkat senjata untuk perang dan menghalalkan rampasan perang?

Ketahuilah, Apa yang telah disifatkan Allah adalah benar, Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah swt yang menebar rahmat di alam semesta, diantara bentuk rahmatnya adalah ditundanya azdab bagi orang yang mendustakan Nabi Muhammad saw, berbeda dengan umat umat nabi terdahulu yang  langsung diadzab ketika mereka mendustakan nabinya.
 Allah swt berfirman

  وما كان الله ليعذّبهم وانت فيهم.

“Tidaklah Allah swt mengazdab mereka sedangkan engkau wahai Muhammad saw berada di tengah-tengah mereka”

Rasulullah juga pernah diminta mendoakan turunnya adzab atas orang- orang musyrik, namun Sang Rasul menjawab: aku diutus sebagai penebar rahmat, bukan sebagai menebar azdab. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA.

Adapun kejadian perang yang dilakukan Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya bukan tanpa alasan, Nabi Muhammad saw mengangkat pedang untuk memerangi orang-orang sombong yang tidak mau menyambut ajakan Nabi Muhammad saw dan orang-orang yang menentang atas kebenaran ajaran islam.

Bisa juga dibuatkan permisalan, Hujan itu rahmat akan tetapi bisa juga berubah menjadi adzab, walupun air hujan itu berkah, Allah swt berfirman:

وانزلنا من السماء ماء مباركا

“Dan aku turunkan dari langit air yang penuh berkah”

Allah swt adalah tuhan yang penuh rahmat dan kasih sayang ( الرحمن الرحيم  ), Namun di sisi lain Allah swt juga mempunyai sifat maha membalas bagi hamba-hamba yang berani bermaksiat kepada-Nya ( المنتقم ).  Begitu pula sifat Nabi Muhammad saw, selain mempunyai sifat rahmat beliau juga mempunyai sifat pemberani dan tegas bagi musuh-musuh Allah swt dan bagi orang yang berani menghina agamanya Allah swt yaitu agama islam.

Syech Abdurahman addibaiy menerangkan sifat Nabi Muhammad saw  dalam maulidnya,


وَيَعْفُوْ عَنِ الذَّنْبِ إِذَا كَانَ فِيْ حَقِّهِ وَسَبَبِهِ، وَإِذَا ضُيِّعَ حَقُّ اللهِ لَمْ يَقُمْ أَحَدٌ لِغَضَبِهِ.

Nabi Muhammad selalu memaafkan kesalahan apabila yang diganggu itu adalah hak pribadinya, akan tetapi apabila hak Allah Swt diganggu, maka tidak seorang pun mampu membendung kemarahan beliau.

Walhasil, jangan sampai kita memakai dalil rahmatan lil-alamiin untuk membela kemungkaran sehingga kita masuk di kategori ad’aful iman atau orang yang lemah imannya.

( jawahirul-bihar.hal 174-175 )

Wallahu a’lam.

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz Ja'fu Al Haddar

Ustadz Ja'fu Al Haddar has written 38 articles

Pendidikan : thn 2004-2006 di darullugho waddakwah raci pasuruan yang diiasuh hb.zainal abidin bin hasan baharun, dan thn 2006-2011 di sunniyah salafiyah pasuruan yang diasuh hb.taufiq bin abdul kadir assegaf, lulus jurusan lugho.

Kegiatan : pengajar tetap di pondok sunniyah salafiyah, menjadi ketua bidang sarana dan prasarana yayasan sunniyah salafiyah, pengajian rutin tiap malam minggu di masjid segaf pasuruan, tiap malam rabu d salah satu desa dikota pasuruan winongan, tiap bulan pengisi pengajian dimajlis manaqiban syech abdul kadir al-jailani.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>