Hukum Ziarah ke makam raja

Usulan dari PCNU Kab. Tuban

Dalam rangka studi wisata atau kepentingan spiritual tertentu, orang merasa perlu mengenang jasa para leluhur dengan berziarah ke lokasi makam mereka. Yang dikebumikan pada makam-makam tersebut bisa pemilik nama besar dalam sejarah karajaan Nusantara yang periode hidupnya sebelum agama Islam masuk ke Indonesia. Mereka itu bisa raja (ratu), permaisuri/selir, senopati, pujangga/empu atau perangkat kerajaan yang lain. Secara garis besar mereka yang dimakamkan itu tergolong umat manusia yang hidup pada masa fatrah.

Apabila leluhur itu bersambung dengan silsilah kita umamt Islam, maka belajar dari riwayat hadits Nabi Muhammad saw. berkenan berziarah ke makam Aminah ibunda beliau, agaknya ziarah itu dibenarkan. Seperti diketahui bahwa ibunda Nabi saw. wafat pada masa fatratul-wahyi, karena saat itu usia Muhammad saw. masih anak-anak.

Pertanyaan

  1. Apakah ziarah ke makam raja-raja dan tokoh sejarah sebelum Islam masuk ke wilayah Nusantara itu dibolehkan menurut syari’at?
  2. Apabila dibenarkan, aktivitas apa yang boleh mewarnai acara ziarah makam tersebut?

Jawab

  1. Hukum ziarah ke makam raja-raja atau tokoh-tokoh sejarah datangnya dakwah Islamiyah hukumnya diperbolehkan, bahkan hukumnya sunnah meskipun ziarah ke kuburan orang-orang kafir, apabila dilakukan untuk tadzakkuril maut (mengingat-ingat kematian)Dasar pengambilan
    1. Ihya ulumuddin juz 4 halaman 521
      زيارة القبور مستحبة على الجملة للتذكر والاعتبار وزيارة قبور الصالحين مستحبة للترك مع الاعتبار وقد كان رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن زيارة القبور ثم أذن فى ذلك بعد روى عن على رضى الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروها فإنها تذكر الأخرة غير أن لا تقولوا هجرا وزار رسول الله صلى الله عليه وسلم قبرأمه فى الف مقنع فلم ير باكيا اكثر منه يومئذ وفى هذا اليوم قال اذن لى فى الزيارة دون الإستغفار.
    2. Tafsir Munir Juz 1 halaman 475
      ونقل عن السيوطى أن أبوى النبى صلى الله عليه وسلم لم تبلغها الدعوة والله تعالى يقول وما كنا معذبين حتى نبعث رسولا وحكم من لم تبلغه الدعوة أنه يموت ناحيا ولا يعذب ويدخل الجنة.
  2. Aktivitas yang dilakukan adalah:
    • Tadzakkuril Maut (mengingat-ingat kematian)
    • Memintakan rahmat, pengampunan dan berdoa untuk mayit apabila bukan mayit kafir.

Sumber :  Muktamar NU Lirboyo 2000 Koleksi Bahtsul Masail yang dimiliki oleh KH. A. Masduqi Machfudh (Ponpes Nurul Huda), termasuk arsip Kolom Bahtsul Masail dari majalah PWNU Jawa Timur Aula, Bahtsul Masail Wilayah (PWNU) Jawa Timur,

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 833 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>