Beriman TTV VS 5 Ahli Tafsir Al Quran

beriman tv baru

Dalam acara Beriman TTV kemarin meraka ” berkelakar bahwasanya orang” yang sudah mati tak dapat mendengar walaupun seorang Nabi juga tidak bisa mendengar kecuali sebentar saja yakni mendengar bunyi terompah” orng yg menghantar mereka

Entah apa yang ada di fikiran mereka, diakhir acara nara sumber tersebut menutup pemaparannya Mereka (wahabi) dengan memakai dalil surat al fathir ayat 14

(إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ)

Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu dan kalau mereka mendengar, mereka tidak akan memperkenankan permintaanmu dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang membwrikan ketwrangan kepadamu sebagaimana yg diberikan oleh yg maha mengetahui (terjemah al-qur’an depag hal 698)

Jika kita melihat beberapa tafsir para ulama tentang ayat ini maka jelaslah kita akan memahami bahwa para wahabi salah kaprah dalam menggunakan dalil ini saya akan paparkan beberapa penjelasan ulama’ ahli tafsir tentang ayat ini :

1. Di dalam tafsir ibnu katsir juz 3 hal 574
ثم قال تعالى: “إن تدعوهم لا يسمعوا
دعاءكم” يعني الآلهة التي تدعونها من دون الله لا تسمع دعاءكم لأنها جماد لا أرواح فيها “ولو سمعوا ما استجابوا لكم” أي لا يقدرون على شيء مما تطلبون منها

Allah berfirman: “jika kamu menyeru mereka, mereka tidak akan mendengar seruanmu” maksudnya adalah sesembahan yang kau seru selain Allah yg tidak mendengar seruan kalian karena sesembahan tersebu adalah benda yg keras yg tidak ada ruh nya

” jika mereka mendengar maka mrk tidak akan memperkenankan seruanmu”
maksudnya tidak mampu menghadirkan sesuatu yang kamu pinta

Ket: jelas sekali khitob( هم) disitu adalah untuk sesembahan yg tidak ada ruhnya, sedangkan nabi Muhammad yang diseru bukanlah sesembahan orang yang istighosah ataupun orang yg tawasul

2. Di dalam mukhtashor tafsir al baghowi hal.776 cetakan daarussalam dr. Abdullah bin ahmad bin ‘aly azzeid

( إن تدعوهم ) يعني : إن تدعو الأصنام ( لا يسمعوا دعاءكم ولو سمعوا ما استجابوا لكم ) ما أجابوكم .

“Jika kamu menyeru mereka” maksudnya : jika kamu menyeru berhala.

“Mereka (berhala) tidak mendengar seruan kalian, jika mereka mendengarpun tidak akan memperkenankan seruanmu” tidak akan mengabulkan seruan kalian

3.tafsir at-thobari juz 20 hal 434 maktabah syamilah

(14)قوله ( إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ) &; 20-453 &; يقول تعالى ذكره: إن تدعوا أيها الناس هؤلاء الآلهة التي تعبدونها من دون الله لا يسمعوا دعاءكم؛ لأنها جماد لا تفهم عنكم ما تقولون ( وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ) يقول: ولو سمعوا دعاءكم إياهم، وفهموا عنكم أنها قولكم، بأن جعل لهم سمع يسمعون به، ما استجابوا لكم؛ لأنها ليست ناطقة، وليس كل سامع قولا متيسرًا له الجواب عنه، يقول تعالى ذكره للمشركين به الآلهة والأوثان:

Firman Allah
( إِنْ تَدْعُوهُمْ لا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ )

Maksudnya adalah : jika kamu menyeru wahai manusia sesembahan” yang kalian sembah selain Allah maka mereka tidak akan mendengar seruan kalian karena sesembahan tsb adalah benda keras yg tidak mendengar apa yang kalian ucapkan.

Maksud ayat
( وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ )

Jikalaupun mereka mendengar seruan kalian kpd mereka dan mereka faham ucapan tersebut dari kalian. Seandainya Allah jadikan mereka punya pendengaran yangg bisa mendengar ucapan kalian mereka pun tidak akan memperkenankan permintaan mu karena mrk tak bisa berbicara krn tidak semua yg mendengar perkataan dpt menjawab , firman Allah ini ditujukan kepada orang” musyrik yg menyeru sesembahan dan berhala” mereka .

4. Di dalam tafsir al-qurthubi

.قوله تعالى : إن تدعوهم لا يسمعوا دعاءكم أي إن تستغيثوا بهم في النوائب لا يسمعوا دعاءكم ; لأنها جمادات لا تبصر ولا تسمع . ولو سمعوا ما استجابوا لكم إذ ليس كل سامع ناطقا . وقال قتادة : المعنى لو سمعوا لم ينفعوكم . وقيل : أي لو جعلنا لهم عقولا وحياة فسمعوا دعاءكم لكانوا أطوع لله منكم ، ولما استجابوا لكم على الكفر .

Maksud ayat
.قوله تعالى : إن تدعوهم لا يسمعوا دعاءكم

Adalah : jika kalian meminta pertolongan kepada mereka saat (نواءب) musibah maka mereka tidak akan mendengar seruan kalian karena sesungguhnya mereka adalah (جمادات) benda” mati yang tidak melihat dan mendengar, jika mereka mendengarpun mereka tidak akan memperkenankan seruan kalian karena tidak semua orng yg mendengar dpt berbicara .

Qotadah berkata : jika mereka ( benda” mati tsb ) mendengar pun niscaya benda” mati tsb tak akan memberi manfaat,

Dikatakan : seandainya kami berikan mereka akal dan kehidupan lalu mereka mendengar seruan kalian maka pasti mereka lebihh taat kepada Allah daripada kalian karena mereka tidak akan memperkenankan kalian berbuat kufur .

5. Di dalam tafsir assirojul munir karya khotib as-surbini juz 3 hal 390 maktabah syamilah

(إِنْ تَدْعُوهُمْ ) اي المعبودات من دونه دعاء عبادة او ستعنة

(لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ ) اي لانهم جماد .

Maksud (إِنْ تَدْعُوهُمْ )  adalah mereka yg disembah selain Allah dg seruan ibadah dan minta tolong

Maksud (لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ )

Karena mereka benda mati

1.Jelaslah disini yg dimaksud menyeru kepada mereka itu adalah orng” musyrik yg menyeru kepada sesembahan dan berhala” mereka .
2. Lafadz هم di dalam ayat jelas kembali kepada sesembahan dan berhala yg disembah selain Allah bukan kepada nabi yang sudah meninggal atau orng” sholih.
3. Aqidah Ahlussunnah wal jama’ah tetap meyakini nabi dan orng” yg mati syahid hidup dan diberi rizki sedangkan yang dimaksud oleh ayat adalah benda” mati yg tdk bisa mendengar dan berbicara .
4. Jika mereka memakai dalil ini untuk pembenaran pendapat mereka yg mengatakan nabi yg sdh meninggal tidak mendengar itu kesalahan yg sangat besar secara tidak langsung mereka menyamakan nabi yg sudah meninggal dg berhala

( نعوذ بالله)

Dan mereka menyamakan umat muslim yg beristighosah dan bertawasul memanggil nama nabi disamakan dg orng” musyrik sebagaimana yg dijelaskan dlm tafsir” para ulama’

5. Ketahuilah bahwasanya orng yang beristighosah dan bertawasul dg nabi atau orng sholih yg sudah meninggal sama sekali mereka tidak menyembah dan tidak ada niat menyembah mereka hanya menjadikan perantara di dalam do’a” mereka .

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Ustadz M. Hasan Hasbullah

Ustadz M. Hasan Hasbullah has written 78 articles

pelayan ilmu asli keturunan madura yang lahir di jakarta tahun 1985,punya nama asli Muntahal A'la pernah menimba ilmu di pon-pes Al-Fatah temboro,karas magetan pimpinan K.H.Uzairon Thaifur Abdillah th.1997-2006 lalu melanjutkan kembali ke ma'had 'aly Az-Zein kp.pulekan ciampea Bogor pimpinan As-Syeikh Muhammad nuruddin Marbu Al-banjary Al-Makky th.2006-2010.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>