Imsak Dan Kesalahan Memahami Hadis

iMSAK

Tau ga sih  bahwa adzan subuh itu tidak bersamaan dengan terbitnya fajar?, tetapi selang beberapa menit setelah terbitnya fajar ? 

Jadwal Shalat dibuat berdasarkan ilmu falak, ketika melihat hasil perhitungannya subuh masuk jam 04.00 misalnya, maka tidak berani menulis di jadwal 04.00

Alasannya?

  1. perhitungan itu hanya kira2.
  2. untuk solat subuh harus yakin sudah masuk waktu, tidak boleh hanya kira2..

Jadilah Pembuat jadwal menambahi waktu (istilahnya waktu ihtiyath / hati2), biasanya sekitar 5 menit

maka di jadwal tertulis Waktu SUBUH 04:05

Meskipun secara matematis jam 4, mereka gak mau nanggung resiko dosa karena itu hitungan manusia, akhirnya mereka kasih beberapa menit untuk memastikannya…

Para ulama sangat berhati2, Mereka tidak mau menanggung resiko dosa sekecil apa pun

karena kehati-hatian pula mereka tidak mau menanggung resiko dosa kalo ada orang yang belum sahur, lalu misalnya makan sahur padahal sudah jam 04:03

maka pembuat jadwal tadi juga membuat waktu imsak, yaitu dengan mengurangi 5 menit, maka dia tulis di jadwal IMSAK 03:55

itulah asal usul imsak, dulu tidak ada imsak karena memang tidak ada jadwal, semua liat fajar dengan mata telanjang

Dalam sebuah riwayat shahih BUKHORI MUSLIM disebutkan, bahwa Qatadah bertanya kepada Anas ketika bercerita tentang Zaid bin Tsabit yang sahur bersama Rasulullah:

كَمْ كَانَ بَيْنَ فَرَاغِهِمَا مِنْ سَحُورِهِمَا وَدُخُولِهِمَا فِي الصَّلَاةِ قَالَ كَقَدْرِ مَا يَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِينَ آيَةً

“Berapa kadar antara selesainya keduanya dari makan sahur dan masuk mengerjakan shalat? Anas menjawab: “Seperti kadarnya seorang laki-laki membaca 50 ayat” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis Yang Disalah Pahami

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

“Ketika salah satu kalian mendengar adzan sementara wadah (minuman) masih ada ditangannya, maka janganlah diletakkan sampai ia menyelesaikan hajat darinya (meminumnya)” (HR. Ahmad dll.)

Al Munawi menjelaskan:

“Sabda Nabi (Hingga ia menyelesaikan hajatnya) dengan minum darinya secukupnya, selama tidak nyata munculnya fajar atau menyangka sudah dekat dengan fajar. Apa yang disebutkan, bahwa yang dimaksudkan panggilan adalah adzan shubuh adalah yang dipedomani Imam ar-Rafi’i. Beliau berkata: “Yang dimaksud Rasulullah dalam hadis itu adalah adzannya Bilal yang pertama, dengan dalil hadits:

, عَنِ ابْنِ عُمَرَ , قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ بِلالا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ ” .

dari ibnu umar Rasulullah bersabda  “Sesungguhnya Bilal adzan ketika masih waktu malam, maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan” HR Bukhari

Sebarkan Kebaikan Sekarang
loading...

Santri Admin

Santri Admin has written 824 articles

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>